Anggapan bodoh itu disampaikan Prabowo ketika menyebut sistem Jokowi sebagai economic of stupidity dalam pembekalan di Rakernas LDII pada Kamis (11/10).
Ferdinand menjelaskan bahwa pemerintah sekarang seharusnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak mentah tinggi dan dolar mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melanjutkan penjelasannya, Ferdinand berkata, "Dolar juga sangat tinggi, harga BBM premium sesuai PP 191 tentang tata cara penghitungan harga BBM, sesuai hitungan presiden BBM, sekarang seharusnya Rp9 ribuan (per liter) dan pemerintah tidak beri subsidi."
Ferdinand mengatakan jika BBM tidak dinaikkan, nilai tukar rupiah tak akan menguat. Bahkan dia menyebut mungkin akan sampai di level Rp16 ribu per dolar.
"Ini pasar melihat kita sedang tidak punya kemampuan, jadi kalau tidak dinaikan harga BBM ya jangan jaget kalau dolar akan terus melambung sampai mungkin Rp16 ribu bukan khayalan," katanya.
Ferdinand menyimpulkan bahwa sistem ekonomi yang pintar harusnya mampu mengerem kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar. (kst/has)