Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan cuitan Andi sebatas mengingatkan kepada Prabowo bahwa kampanye yang dilakukan masih belum maksimal.
Menurut Syarief, wajar jika Andi mengatakan Prabowo belum maksimal dalam kampanye Pilpres 2019. Sebab kampanye saat ini berlangsung selama hampir 7 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan ini kayak lari maraton. Kalau lari maraton itu jangan awalnya tiba-tiba kecepatannya 500 kilometer per jam. Ya begitu belum sampai sudah mogok," katanya menambahkan.
Demokrat disebut Syarief tak melihat ada kesalahan dalam tindakan Andi tersebut. Syarief sekaligus membantah jika Demokrat tidak serius mengusung pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno.
"Banyak hal dia betul [...] Apa yang mau diberikan sanksi? Tidak ada yang tidak benar. Ini kan interaksi saja," katanya.
Wasekjen Demokrat Andi Arief berpelukan dengan capres Prabowo Subianto, Jakarta (12/9). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," kicau @AndiArief_, Jumat (12/10).
Selain itu, Andi juga mengingatkan bahwa masa kampanye selama enam bulan terlalu pendek dalam politik. Ia pun meminta agar Prabowo keluar dari sarangnya di Kertanegara Jakarta untuk lebih rajin mengunjungi rakyat.
"Saran saya ke Bang Andi untuk datang rapat tim, lalu tanyakan di internal kita daripada berkomentar di luar, pakai Twitter. Bukannya Bang Andi bagian dari partai Demokrat, yang juga koalisi kita," ujarnya.
"Yang dibutuhkan itu banyak kerja di lapangan, bukan banyak tweet," kata Andre melanjutkan. (swo/wis)
Wasekjen Demokrat Andi Arief berpelukan dengan capres Prabowo Subianto, Jakarta (12/9). (CNN Indonesia/Hesti Rika)