Ia menyatakan partainya bakal fokus melakukan kampanye kreatif dan positif untuk memengaruhi pemilih di Pilpres.
"Kami tidak melakukan kampanye negatif, apalagi kampanye hitam. Kami akan kampanye secara fun dan mengutamakan kampanye kreatif," kata Dwi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu bentuk kampanye positif itu, kata Dwi, tim kampanye Jokowi-Ma'ruf bakal menyampaikan berbagai capaian-capaian pemerintahan Jokowi selama memimpin Indonesia di periode pertama dengan cara kreatif.
"Sebenarnya banyak prestasi dan kinerja Jokowi yang sudah dilakukan. Ini yang harus disampaikan kepada masyarakat, caranya tidak monoton, harus kreatif nanti kita buat," ujarnya.
Lihat juga:KPU: Kampanye Negatif Tak Sesuai Aturan |
Ia mengatakan seharusnya pilpres dijadikan sebagai pesta demokrasi yang diisi penuh kegembiraan dan tak saling menyerang satu sama lainnya.
"Jadi masyarakat harus gembira. Suasananya suasana gembira. Tidak boleh saling benci dan saling menjatuhkan," ujarnya.
Presiden PKS Sohibul Iman, sebelumnya, mempersilakan calegnya melakukan kampanye negatif. Namun, kampanye positif tetap harus diprioritaskan.
Sohibul menjelaskan bahwa kampanye negatif merupakan kampanye yang mengangkat kelemahan lawan melalui fakta-fakta. Bukan berdasarkan kebohongan. Karenanya, dia tidak melarang kampanye negatif.
"Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita, harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign, cukup 20 persen," ucap Sohibul dalam pidato di acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (14/10).