Hal itu ia sampaikan untuk menjawab kritikan politisi pendukung Prabowo-Ma'ruf Amin yang menuding Esemka hanya permainan menjelang Pilpres 2019.
"Soal kritik munculnya ketika mau pilpres itu kayaknya kebetulan aja," kata Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi faktanya yang penting sekarang sudah ada. Itu jusru harus kita dorong bagaimana agar itu lahir menjadi suatu produksi dari anak-anak bangsa sendiri," kata dia.
Lebih lanjut, siswa-siswi diharapkan bisa memproduksi komponen-komponen mobil yang kemudian akan digabungkan menjadi mobil nasional.
"Agar anak sekolah bisa memproduksi komponen tertentu baru kemudian dijadikan satu dan menjadi mobil yang diproduksi secara nasional. Dan itu belum terwujud kan," jelasnya.
Selain itu, Karding juga menyampaikan harapannya agar Esemka bisa didorong menjadi program mobil nasional tersebut agar bisa bersaing di pasar.
"Jadi ini harus didorong bersama agar nanti bisa kompetitif di pasar," katanya.
Presiden Jokowi menyatakan dirinya mendukung program mobil nasional saat menghadiri pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Tangerang beberapa waktu lalu.
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyambut rencana baik Presiden Joko Widodo usai berkunjung ke Pondok Pesantrean (Ponpes) Krapyak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (14/10) pekan lalu.
Selain itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pernah mengkritik bahwa Esemka hanya menjadi isu yang diangkat menjelang Pilpres.
"Ini soal Esemka ini akan menjadi permainan menjelang pilpres kayaknya ya. Jelaskanlah itu sebenarnya ada nggak sih mobilnya itu," kata Fahri. (ain/ayp)