Rencana Hidupkan Lagi Transportasi Air di Jakarta

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 06:42 WIB
Rencana Hidupkan Lagi Transportasi Air di Jakarta Ilustrasi jalur transportasi air. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, mengatakan pihaknya mengusulkan menghidupkan kembali moda transportasi air yang dulu pernah ada di era Gubernur DKI Suityoso. Moda itu saat ini diketahui telah punah dari sungai-sungai Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Bambang ketika memaparkan rencana BPTJ mengintegrasikan seluruh moda mulai dari commuter line, busway hingga perahu di Dukuh Atas. Meski saat ini angkutan air belum aktif, dia tak menutup kemungkinan untuk kembali mengoperasikan perahu.

"Semua moda akan terintegrasi, termasuk dengan KCI. Contoh di Dukuh Atas semua moda akan ada bahkan nanti rencana angkutan sungai juga. Angkutan sungai sekarang belum diberdayakan kan, malah diberdayakan untuk sampah kan," ujarnya saat ditemui usai acara Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Kominfo, Kamis (18/10).
Dia mengatakan proyek yang mandek di era Sutiyoso itu harus dihidupkan lagi. Meski, wewenang untuk menghidupkannya lagi ada di tangan pemda.

"Iya perahu kan dulu pernah dioperasikan zaman Sutiyoso tapi dihentikan, nah itu harus kita hidupkan lagi. [Kapan] itu kewenangan di pemda ya. Kita hanya bisa mengkoordinasikan," ujarnya.


Transportasi air merupakan proyek era Sutiyoso yang dioperasikan untuk tujuan plesiran. Peluncuran proyek ini disebut nekat karena sejak awal menemui berbagai kendala.

Masalah yang menghadang mulai dari sampah hingga debit air yang tak menentu. Terkadang baling-baling kapal tersangkut sampah, juga debit air melewati batas ketingggian untuk pengoperasian di musim hujan tetapi kurang di musim kemarau.
Akibatnya, kapal seringkali kandas atau menabrak pipa dan kabel telepon serta gas di atas sungai.

Pada 2017, dua moda perahu yang seharusnya melintasi Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer itu hilang. Halte atau dermaga yang ada di belakang Stasiun Karet telah beralih fungsi sebagai tempat istirahat saja. (kst/dea)