Ali Fahmi atau yang biasa dikenal Fahmi Habsyi itu diketahui hilang sampai hari ini. Kata Eva, dia terakhir kali melihat Ali pada tahun 2016.
"Saya enggak tahu, aku sendiri ada problem sama dia, nah kalau KPK saja yang penegak hukum saja enggak bisa nemuin dia apalagi saya," kata Eva saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ya ingin ketemu sama dia, jadi aku dirugikan gitu dari dia, aku juga pengen semuanya clear bukan diseret-seret," ungkapnya.
Selanjutnya, ia menegaskan tidak pernah lagi bertemu dengan Fahmi saat dirinya kembali jadi anggota DPR di tahun 2017.
"Saya pernah kenal, setelah saya masuk DPR enggak ada hubungan, karena dia bilang enggak mau, saat saya ajak untuk jadi staf ahli di DPR," katanya.
Selain itu, Eva yakin bahwa anggota keluarga Presiden Jokowi tak terlibat dalam pusaran kasus korupsi tersebut seperti dituduhkan oleh Fayakhun.
Ia mengatakan bahwa keterangan Fayakhun tersebut berpotensi mencoreng nama baik keluarga Jokowi di hadapan hukum.
"Nah keluarga presiden itu kayaknya seperti aku gitu, gak ngerti apa-apa disebut, ya aku kan enggak ngerti pastinya, wong aku enggak pernah ketemu Fayakhun blas," kata dia.
Dalam sidang Rabu (17/10), Fayakhun mengaku pernah dikenalkan dengan tiga orang yang diklaim sebagai anggota keluarga Presiden Joko Widodo oleh Ali Fahmi di Hotel Grand Mahakam, Jakarta sekitar tahun 2016.
Pertemuan dan perkenalan itu terjadi sebelum pengerjaan proyek pengadaan alat pemantauan satelit dan pesawat nirawak di Bakamla.
"Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.