Bantahan ini menanggapi keterangan mantan pimpinan Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang menyebut Sofyan bakal menerima jatah fee dari proyek tersebut.
"Saya selalu bicara, mari utamakan PLN. Jujur saja kami tidak pernah diarahkan Bu Eni soal fee fee itu, tidak ada," ujar Sofyan saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap proyek PLTU Riau dengan terdakwa Johannes Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Eni, hal itu dia sampaikan langsung saat bertemu dengan Sofyan di sebuah hotel dengan mengatakan 'Pak Sofyan yang bagiannya paling the best'.
Politisi Golkar Eni Saragih pernah menyebut bahwa Dirut PLN Sofyan Basir akan mendapat fee terkait pembangunan proyek PLTU Riau-1. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Tidak pernah dibahas," katanya.
"Saya tidak tahu (soal kesepakatan). Setahu saya (Eni) berkawan baik saja dengan Pak Kotjo," ucap Sofyan.
Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni agar mendapat proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Mulut Tambang Riau-1 yang dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI), China Huadian Engineering Company Ltd, termasuk Blackgold Natural Resources milik Kotjo.
Politisi Golkar Eni Saragih pernah menyebut bahwa Dirut PLN Sofyan Basir akan mendapat fee terkait pembangunan proyek PLTU Riau-1. (CNN Indonesia/Andry Novelino)