Data 185 Keluarga Korban Terkumpul, Identifikasi Masih Nihil

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 19:51 WIB
Data 185 Keluarga Korban Terkumpul, Identifikasi Masih Nihil Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Brigadir Jenderal Pol Arthur Tampi mengatakan pihaknya telah menerima data antemortem dari 185 keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Selain itu, 147 keluarga korban juga sudah diambil sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA).

"Data antemortem yang sudah 185. Dari 185 itu 147 sudah kita ambil data DNA," kata Arthur di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Data-data ini diperlukan untuk mengidentifikasi para korban yang bagian tubuhnya ditemukan tim evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.


Hingga saat ini, kata dia, tim Disaster Victim Identification (DVI) dan forensik masih terus bekerja mencocokan data yang diperoleh dari keluarga korban terhadap bagian-bagian tubuh korban yang ditemukan tim evakuasi.

"Saat ini sedang rekonsiliasi tetapi kami sampaikan hari ini belum bisa identifikasi satupun korban," kata Arthur.

Arthur menambahkan, pihaknya membutuhkan waktu sekitar empat sampai delapan hari untuk mengindentifikasi korban.

"Paling cepat 4 sampai 8 hari hasil DNA," kata dia.

Untuk diketahui sampai saat ini sudah 28 kantong jenazah dikirim ke RS Polri. Tim DVI Polri akan melakukan proses identifikasi lewat pencocokan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem yang ada pada tubuh korban, termasuk melalui sampel DNA.

Pesawat Lion Air JT-610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat jenis Boeing 737-300 MAX 8 tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pilot sempat meminta kembali ke landasan sesaat setelah lepas landas. Pilot juga sempat melapor ke ATC Bandara Soetta adanya masalah pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke ketinggian 5.000 kaki.

Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat hilang dari radar dan tak bisa dikontak ATC Bandara Soetta.

Pesawat dengan register PK-LQP itu membawa 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewas, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi seluruh penumpang dan awak kabin tak ada yang selamat. (fhr/osc)