Menurut JK, perlu investigasi lebih lanjut dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.
"Ya tidak semena-mena itu, kan banyak lebih dari 200 [pesawat]. Tidak karena satu [pesawat] kena kemudian semua di-grounded," ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lion diklaim sebagai pihak pertama di Indonesia yang menggunakan pesawat tersebut dan telah memesan sekitar 218 unit.
Sebelumnya, anggota Komisi V DPR Ridwan Bae mengusulkan penghentian penerbangan pesawat Lion Air yang diragukan kelayakan terbangnya sebelum dilakukan audit menyeluruh terhadap pesawat di meskapai yang didirikan oleh Rsudi Kirana, Dubes Indonesia untuk Malaysia, itu.
Sebelumnya, pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 milik Lion Air dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Senin (29/10) pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkalpinang. Namun, pada pukul 06.33 WIB pesawat dilaporkan hilang kontak.
(pris/arh)