Secara umun, Sandi tidak ingin berprasangka buruk dengan gelagat PKS DKI Jakarta yang mengancam mematikan mesin partai jika tak diberikan posisi Wagub DKI Jakarta.
"Saya husnudzon saja," ucap Sandi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perihal permintaan PKS yang mendambakan posisi Wagub DKI Jakarta, Sandi menganggap perlu ada penyelesaian yang bijak antara kedua partai. Jangan sampai ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.
Menurutnya, akan ada akibat buruk dalam kerja-kerja menghadapi pemilu. Sandi menganggap hal itu sangat mungkin terjadi mengingat Gerindra dan PKS berada dalam koalisi yang sama.
"Saya melihat ini tentunya sebagai saudara. kKita akan selesaikan. Harapan saya ini disikapi dengan arif agar kita semangat," ujar Sandi.
"Hampir seluruh kader PKS kecewa, terutama anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi jika janji Gerindra soal Wagub DKI tidak dipenuhi," kata Abdurrahman kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).
Abdurrahman mengaku wajar jika kader sampai di tingkat ranting sudah banyak yang kecewa. Hal itu dikarenakan Gerindra DKI di bawah pimpinan M Taufik masih bersikukuh untuk menyodorkan kadernya menjadi wakil Anies untuk empat tahun ke depan. Dia mengklaim emosi kader sudah semakin tidak terbendung.
"Kader PKS sudah kesal, kok urusan Wagub DKI saja tidak bisa komitmen karena awalnya yang dijanjiin PKS. Kekesalan itu diarahkan ke Gerindra," ungkap Abdurrahman. (bmw/osc)