"Kita tidak pernah mengizinkan (ke JICT) ya, saya tidak tahu tadi kami juga melihat di televisi, saya pikir sebaiknya tidak dulu lah lebih baik ditangani di RS Polri," kata Syaugi di JICT Jakarta, Rabu (31/10).
Syaugi mengungkapkan keluarga bisa lebih tenang bila langsung ke RS Polri Kramat Jati. Sementara tim yang bertugas di Pelabuhan JICT bisa konsentrasi untuk bekerja di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelabuhan JICT menjadi tempat peletakan serpihan dan barang-barang yang ditemukan di lautan. Menurut pantauan CNNIndonesia.com, sepanjang Rabu (kemarin, masih banyak keluarga yang mengaku belum mengetahui informasi larangan berkunjung ke JICT. Mereka mengaku ingin memastikan langsung sisa barang yang dimiliki korban.
"Semua barang barang contohnya kemarin, kita ada 52 identitas, dari kartu, KTP, BPJS dan segala macam kita sudah serahkan ke RS Polri. Nanti mereka yang mengurusi," ucap dia.
Sejauh ini sudah ada 56 kantung jenazah yang dievakuasi Basarnas. Kantung jenazah itu sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jari untuk diidentifikasi.