Kata Tak Terucap Bambang Saat Terima Surat Kematian Jannatun

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 06:31 WIB
Kata Tak Terucap Bambang Saat Terima Surat Kematian Jannatun Serah terima peti jenazah kepihak keluarga dari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 atas nama Jannatun Cintya Dewi oleh Pihak DVI Polri ke Pihak Lion Air dan diserahkan ke orang tua korban. Jakarta. Rabu, 31 Oktober 2018. Korban merupakan Karyawati Kementrian Keuangan Negara, keluarga akan memboyong jenazah pada dini hari nanti ke Sidoarjo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Air mata Bambang Supriyadi tak terbendung ketika menerima sebuah map berwarna merah yang diserahkan oleh Wisnu, Direktur Operasional Lion Air, di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10) malam.

Nafas Wisnu kian sesak saat mengatakan, "Kami ucapkan duka cita sedalam-dalamnya."

Ketika itu, Bambang menerima map yang berisi surat kematian Jannatun Cintya Dewi, putri perempuannya yang lahir pada 1994 silam.

Jannatun merupakan salah satu penumpang pesawat JT-610 milik Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10). Rabu sore, potongan tubuh Jannatun yang ditemukan tim evakuasi berhasil diidentifikasi oleh tim forensik.


Potongan tubuh Jannatun telah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang ada di hadapan Bambang.

Tak terdengar kata terucap dari mulut Bambang menanggapi pernyataan duka yang disampaikan Wisnu meskipun bibirnya tampak ingin mengatakan sesuatu.

Rencananya, jenazah Jannatun akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Dusun Prumpon RT 01 RW 01 Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (1/11) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB pada Senin (29/10) menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Pesawat sempat meminta kembali ke landasan sebelum akhirnya hilang dari radar. Pesawat diketahui membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.



(fhr/arh)