Prabowo Disebut Tak Pernah Minta Dukungan ke Yusril

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 16:29 WIB
Prabowo Disebut Tak Pernah Minta Dukungan ke Yusril Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso mengatakan Prabowo-Sandi tak pernah mengajak dan meminta dukungan kepada Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Tapi, dikatakan Djoko, komunikasi dengan Yusril berjalan dengan baik. Dia pun tak mempersoalkan keputusan Yusril untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

Terakhir, kata Djoko, Prabowo pernah berkomunikasi dengan Pakar hukum tata negara itu saat deklarasi kampanye damai di kawasan Monumen Nasional.


"Pernah (komunikasi) terakhir waktu itu pas pemilu damai. Ngobrol-ngobrol saja, ya say hello," kata Djoko ditemui di Rumah Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

Djoko mengaku tak khawatir jika suara PBB akan beralih ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin setelah Yusril menyatakan diri menjadi pengacara untuk pasangan tersebut saat Pilpres 2019 nanti. Lagi pula kata Djoko, pilihan politik adalah hak setiap orang.

"Ini demokrasi, ya boleh-boleh saja. Mau ke sana juga enggak apa-apa. Ini demokrasi bebas saja," katanya.

Menurut Djoko, perjuangan itu harus berlandaskan kesadaran, sehingga dia tidak bisa memaksa seseorang mendukung calon tertentu.

"Kalau kita yang minta kan belum tentu orang mau ya," kata dia.

Yusril Ihza Mahendra mengkonfirmas dirinya bersedia jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Ia bahkan menyatakan siap memberikan perlindungan hukum kepada Jokowi-Ma'ruf Amin bila pasangan capres dan cawapres itu dilanggar hak-haknya.

"Jika ada hak Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan," kata Yusril melalui pesan singkat, Senin (5/11).
Prabowo Disebut Tak Pernah Minta Dukungan ke YusrilDjoko Santoso. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Beda Pandangan

Semenatara itu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai Yusril Ihza Mahendra memiliki perbedaan pandangan politik dengan Prabowo.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menilai perbedaan itu membuat Yusril memilih menjadi pengacara Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

"Saya kira sejak awal Pak Yusril dalam politiknya ada ketidaksesuaian dengan Pak Prabowo. Saya kira itu menjadi faktor juga (Yusril menjadi pengacara Jokowi-Maruf)," ujar Karding saat dihubungi, Selasa (6/11).

Karding menuturkan Yusril merupakan pengacara yang andal dan intelek. Kedua hal itu, kata dia, membuat Yusril memiliki standar dalam menerima satu kerjasama dengan pihak lain, terlebih kerjasama itu menyangkut politik.

Karding berkata kerjasama yang dilakukan antara Yusril yang juga menjabat Ketum Partai Bulan Bintang dengan Jokowi-Ma'ruf bukan hanya karena pertimbangan profesionalitas, melainkan ada pertimbangan hubungan dan perasaan politik yang tepat.
Lebih lanjut, politisi PKB ini mengklaim Yusril ingin melihat Indonesia lebih maju dan sejahtera dengan menjadi pengacara Jokowi. Keinginan itu, kata dia, juga sejalan dengan kesamaan visi yang dimiliki oleh Jokowi-Maruf.

"Dia akan bekerjasama dengan pasangan yang kira-kira keterwakilan dan harapannya itu bisa diwujudkan. Dan menurut saya itu salah satu aasan mengapa Pak Yusril mau bekerjasama dengan Pak Jokowi," ujarnya.

Di sisi lain, Karding menegaskan Jokowi dan Ketua TKN Erick Thohir tidak menjanjikan sesuatu bekerjasama dengan Yusril. Namun, ia menduga Yusil hanya menyampaikan harapan kepada Jokowi terkait nasib bangsa ke depan.

"Pak Yusril sebagai orang baik bergabung dengan orang baik. Saya kira itulah titik koneksi antara pasangan Pak Jokowi dengan Pak Yusril," ujar Karding.

Terpisah, Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan menilai Yusril merupakan Ketum parpol yang mengusung pembela umat dan rakyat. Sehingga, bergabungnya Yusril menjadi bukti Jokowi-Maruf tidak anti dengan umat Islam.

"Figur beliau tentu saja memberi kekuatan baru, menafikkan, dan menghilangkan stigma paslon 01, terutama capres adalah anti atau tidak dekat dengan kaum umat Islam," ujar Verry saat dihubungi.

Selain itu, Verry menambahkan keberadaan Yusril di kubu Jokowi-Maruf menambah kekuatan TKN. Yusril, kata dia, akan berkoordinasi secara teknis dengan direktorat hukum TKN Jokowi-Maruf.

Lebih dari itu, Sekjen PKPI ini mengklaim keberadaan Yusril memberi semangat dan dukungan secara moril bagi TKN dalam berkampanye secara santun dan berkeadaban.
(jps/ugo)