Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan anggota Sabhara dan AS terlibat dalam perkelahian.
Keduanya diketahui merupakan teman satu sekolah di SMA dan memiliki permasalahan pribadi. "Bukan salah tembak ya, jadi memang sudah ada bibit-bibit permusuhan, itu teman dulu waktu SMA, kami masih belum melihat dia waktu SMA," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo mengatakan saat bertemu itulah keduanya saling mengancam satu sama lain. Namun tak disangka usai saling mengancam justru terdengar suara letusan tembakan.
Saat itu pun diketahui terdapat tiga anggota Sabhara. Argo mengatakan suara letusan tembakan itu dikeluarkan lantaran anggotanya jatuh dan terdesak.
AS ditemukan tewas bersimbah darah di belakang rumah kontrakannya di Gang Asem, Ciracas. Sebelum AS ditemukan tergeletak, sejumlah warga mendengar beberapa kali suara seperti letusan senjata api.
Terkait peristiwa itu, Argo mengatakan pihak keluarga korban telah mengakui bahwa tewasnya AS sebagai musibah dan tidak melakukan penuntutan. "Dari keluarga sudah menyampaikan jika itu musibah," ucapnya.
Meski demikian Argo belum mengetahui apakah anggotanya akan dijerat dengan hukum pidana atau etik di kepolisian. Hingga kini pemeriksaan masih dilakukan.