"Tidak ada batas waktu dalam proses identifikasi," kata Kabag Penerangan Satuan Divhumas Polri Komisaris Besar Yusri Yunus, saat konferensi pers Operasi DVI Polri di RS Polri, Jumat (9/11).
Yusri mengatakan, proses identifikasi juga terus dilakukan selama masih ditemukannya penumpang dan dikirimkan ke Rumah Sakit Polri. "Akan sampai selesai," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan data posmortem yang telah diterima sebanyak 194 kantung jenazah, data post mortem DNA sebanyak 626 sampel. Sampai saat ini, Rumah Sakit Polri sudah mengidentifikasi 71 korban yang terdiri dari 52 laki-laki dan 19 perempuan, semuanya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
RS Polri, sambungnya, juga tetap melakukan terapi Hiperbarik untuk para penyelam yang terjun dalam proses evakuasi di perairan Tanjung Karawang. Terapi Hiperbarik adalah terapi dengan menghirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan tinggi.
Sementara itu, pencarian korban maupun puing-puing pesawat Lion Air JT-601 PK-LQP masih terus dilakukan oleh Basarnas. Pada Kamis, Rumah Sakit Polri kembali menerima 8 kantong jenazah dan sedang dilakukan identifikasi.
Kepala Rumah Sakit Polri Said Sukanto Brigadir Jenderal Pol Musyafak mengumumkan nomor resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk kepentingan informasi bagi keluarga penumpang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.
Keluarga penumpang Lion Air JT-610. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono |
Publikasi nomor itu menyusul pengaduan beberapa keluarga setelah dihubungi pihak yang mengatasnamakan Tim DVI. Musyafak mengingatkan keluarga korban agar berhati-hati terhadap penipuan tersebut.
Nomor yang disebar Musyafak bisa diakses melalui WhatsApp (WA) maupun melalui telepon langsung.
"Nomor call center untuk aplikasi WA 082125687642 dan yang telepon bisa menghubungi nomor 081211790961 dan 087888719805," kata Musyafak di RS Polri Said Sukanto Jakarta, Kamis (8/11) malam.
Musyafak menyatakan pihak RS Polri hanya menggunakan nomor resmi tersebut. Menurut dia, selain nomor yang disebutkan itu dipastikan bukan dari Tim DVI Polri. (din/ain)
Keluarga penumpang Lion Air JT-610. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono