Lampu Kuning untuk Ma'ruf Amin
Tim Kampanye Nasional (TKN) menilai pernyataan Ma'ruf, terutama soal 'buta-budek' tak mengganggu elektabilitas Jokowi mendatang.
Direktur Program dan Kampanye TKN Aria Bima meyakini pasangan ini tidak akan kehilangan suara karena pernyataan kiasan itu.
"Tidak ada masalah. Kami jelaskan program disabilitas dalam empat tahun terakhir Jokowi dan dikuatkan dengan visi misi yang ada di situ. Kami bukan lagi narasi," kata Aria Bima kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Presiden juga memudahkan akses bagi difabel dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018 beberapa waktu lalu. Jokowi juga membuka perhelatan empat tahunan sekali itu menggunakan bahasa disabilitas.
Hal itu dipelajari Jokowi langsung dari aktivis tuli Surya Sahetapy. Mantan Wali Kota Solo ini sangat diapresiasi penyandang disabilitas karena membuat bahasa isyarat diakui publik.
Jokowi juga telah meningkatkan anggaran untuk berbagai bantuan sosial kelompok masyarakat rentan dari Rp5,6 triliun pada 2015 menjadi Rp9,98 Triliun pada 2016.
Aria Bima meyakini masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam berpolitik dan mengerti pernyataan Maruf Amin tak bermaksud mendiskreditkan kaum disabilitas.
"Itu semua orang ngerti. Sama seperti wajahmu seindah bulan, bulan itu kan kroek-kroek (tidak rata). Padahal itu maksudnya yang mulus dan cantik," ucap Politikus PDI Perjuangan ini.
Menurutnya, TKN tidak akan memberikan pelatihan atau masukan khusus terhadap Ma'ruf mengenai cara berkomunikasi politik demi menjaga bahkan meningkatkan elektabilitas.
"Ke depan Kiai Maruf akan diberi ruang menyampaikan dalam bentuk konsepsi, pemikiran-pemikiran," tuturnya.