Polisi Selidiki Unsur Pidana dalam Bencana Alam di Jawa Barat

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 05:17 WIB
Polisi Selidiki Unsur Pidana dalam Bencana Alam di Jawa Barat Ilustrasi banjir. Foto: REUTERS/Kham
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan akan menyelidiki apabila ditemukan unsur pidana yang menyebabkan terjadinya bencana alam di Jawa Barat. Polisi siap menindak jika ditemukan pelanggaran.

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki potensi bencana banjir dan longsor yang terjadi di seluruh wilayah hukum Polda Jabar.

"Kita akan lakukan penyelidikan potensinya, asalnya dari mana. Misalkan ada bukti yang tadinya pohon harusnya enggak ditebang tapi ditebang," kata Agung ditemui usai memimpin apel siaga bencana 2018 di depan halaman Gedung Sate Bandung, Kamis (15/11).




"Siapa yang melakukan penebangan seperti yang lalu diproses hukum," sambungnya.

Agung menegaskan, jika dalam penyelidikan didapati ada faktor kesengajaan yang menimbukan bencana banjir dan longsor, pihaknya dengan tegas akan melakukan proses hukum.

"Iya, kalau ada temuan kita proses hukum. Ditindaklanjuti kalau ada alat bukti diproses hukum," ucapnya.

Dikatakan Agung, pascapenetapan siaga satu bencana banjir dan longsor per 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019, pihaknya telah menyiapkan personel dan sarana prasarana, yang bakal diturunkan dalam tanggap bencana di wilayah Jabar.

"Dari informasi yang ada sudah hujan dari daerah selatan dan tengah. Utara belum, tapi dari kontur tanah utara lebih rendah," paparnya.

Agung menambahkan, penanganan pelaksanaan dalam tanggap bencana bakal berkoordinasi dengan BPBD Jabar dan Basarnas.

"Leading sectornya di BPBD dan Basarnas. TNI dan Polri mendukung mereka. Memang kalau ada pertama kejadian, siapapun yang pertama harus bantu mulai dari tolong menolong, membantu sampai dengan evakuasi," imbuhnya.


Sementara itu, Kepala BPBD Jabar Dicky Saromi mengungkapkan, dalam laporan sejak awal November 2018, bencana banjir dan longsor menelan korban tujuh orang meninggal dunia.

"Enam orang di Tasikmalaya dan satu orangnya yang terbawa hanyut di banjir di Pangandaran," kata Dicky. (hyg/ain)