Kasus pertama adalah dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Prabowo terkait ucapan 'tampang Boyolali'. Sedangkan kasus kedua ialah dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Seno karena mengucapkan kata makian pada Prabowo.
Dua kasus tersebut ditangani di tempat berbeda. Dugaan ujaran kebencian Prabowo di Polda Metro Jaya, sementara dugaan ujaran kebencian Seno ditangani Polda Jawa Tengah setelah dilimpahkan oleh Bareskrim Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan ujaran kebencian Prabowo berawal dari laporan yang dilayangkan oleh Mas Dakun dari Teras Boyolali. Prabowo dilaporkan dengan Pasal 4 juncto Pasal 16 Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.
Sedangkan dugaan ujaran kebencian Seno dilaporkan oleh salah seorang yang mengaku berasal dari Advokat Pendukung Prabowo, Ahmad Iskandar. Dalam laporannya, Ahmad mencantumkan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 156 KUHP juncto Pasal 14 dan 15 KUHP.