Takut Ancaman Polisi, Perampok Taksi Online Serahkan Diri

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 00:31 WIB
Takut Ancaman Polisi, Perampok Taksi Online Serahkan Diri Ancaman polisi membuat gentar tersangka perampokan taksi online. Foto: Istockphoto/ilbusca
Jakarta, CNN Indonesia -- Personel Polda Sumatra Selatan melalui Subdit III/Jatanras menangkap tersangka kedua perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online, Sofyan (43). Tersangka yakni Franata Ari Wibowo (16) yang ditangkap di kediamannya Dusun II, Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel.

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara mengatakan, meskipun berusia 16 tahun, tersangka Fran sudah beristri sehingga sudah dikategorikan sebagai orang dewasa.

"Fran didampingi keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo. Keluarga mendengar ultimatum yang dikeluarkan oleh Kapolda yang akan menindak tegas para tersangka apabila tidak menyerahkan diri," ujar Yoga, Kamis (15/11).




Yoga mengatakan, usai merampok Sofyan pada Minggu (28/10) Franata bersama Ridwan alias Rido (45) dan dua tersangka lain yang masih buron langsung melarikan diri menuju ke Kabupaten Musi Rawas.

Berdasarkan penuturan tersangka Rido yang ditangkap pertama kali, empat pelaku perampokan tersebut berdomisili di Kabupaten Musi Rawas Utara. Oleh karena itu Yoga bersama anggotanya menyisir Kabupaten Musi Rawas Utara ke setiap Polsek untuk mencari target operasi, termasuk di Karang Dapo.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, keluarga Fran yang sudah mendengar ultimatum dari Kapolda segera menyerahkan Fran dengan meminta jaminan agar Fran tidak dilukai dan dianiaya selama proses penyidikan.

"Setelah itu Rido kami tangkap tanggl 11 November. Dari interogasi dan penyelidikan kami menemukan lokasi jenazah, Selasa (13/11)," ujar dia.



Kini pihaknya masih mencari dua tersangka lain yang masih buron dengan menginterogasi tersangka Rido dan Fran serta mengorek lebih jauh peran masing-masing tersangka. Dari hasil pemeriksaan sementara, Fran berperan mencekik Sofyan hingga tewas saat kejadian.

"Masih kami imbau untuk menyerahkan diri kepada dua tersangka lain yang masih buron. Peringatan kapolda masih berlaku," ujar dia. (idz) (idz/ain)