PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 11:28 WIB
PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 Ketua Umum PPP Versi Muktamar Jakarta, Humphrey R. Djemat. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Jakarta menyatakan dukungan pada calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019.

Dukungan ini telah disepakati dalam musyawarah kerja nasional (mukernas) III yang digelar di kantor DPP PPP, Jalan Talang, Menteng, Jakarta, Jumat (16/11).

"Mukernas memberikan dukungan pada putra terbaik Indonesia yang memiliki visi pembangunan ke-Indonesia-an, guna memajukan ekonomi, politik, ekonomi, dan keumatan tanpa diskriminasi," ujar Ketua Umum PPP versi muktamar Jakarta Humphrey Djemat dalam konferensi pers dengan wartawan.


Humphrey menilai Indonesia saat ini membutuhkan sosok kepemimpinan nasional yang amanah, tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Pasangan capres cawapres nomor urut 02 itu dianggap memenuhi syarat tersebut.

"Terkait dukungan ini maka forum mukernas III Jakarta akan gunakan semua sumber daya partai dari DPP, DPW, DPC yang masih solid untuk memenangkan capres cawapres nomor urut 02," katanya.

Selain dukungan pilpres 2019, mukernas III mengesahkan Humphrey yang sebelumnya pelaksana tugas ketua umum menjadi ketua umum PPP. Hasil mukernas juga mengesahkan pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PPP Sudharto menjadi sekretaris jenderal.

"Maka pengesahan jabatan ini berlaku hingga berakhirnya periode kepengurusan hasil muktamar 2014," ucapnya.

Humphrey mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar muktamar Jakarta pasca Pilpres 2019.

"Mukernas III PPP juga mendesak DPP PPP sesegera mungkin memperbaiki struktur dan sarana mulai dari pengurus di tingkat DPP sekaligus memberikan instruksi di tingkat DPW dan DPC seluruh Indonesia," terangnya.

PPP kubu muktamar Jakarta ini sebelumnya tak diakui Komisi Pemilihan Umum sebagai kepengurusan yang sah sehingga tak bisa ikut sebagai peserta pileg 2019.

Kepengurusan yang diakui KPU, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH-06.AH.11.01 Tahun 2016, adalah PPP kepengurusan dengan Ketua Umum Romahurmuziy dan Sekretaris Jenderal Arsul Sani.


PPP pimpinan Romahurmuziy telah memutuskan mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. (ugo)