Jasa Raharja: 100 Ahli Waris Korban Lion Air Sudah Disantuni

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 14:10 WIB
Jasa Raharja: 100 Ahli Waris Korban Lion Air Sudah Disantuni Keluarga korban penumpang Lion Air PK-LQP. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Raharja (Persero) mengklaim telah memberi santunan kepada 100 ahli waris korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet mengatakan pemberian santunan dilakukan usai pihaknya berkoordinasi dengan DVI Mabes Polri.

"Kami dari Jasa Raharja sampai kemarin sore sudah menyampaikan penyerahan santunan pada 100 ahli waris," ujar Budi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/11).



Budi membeberkan santunan yang diberikan kepada setiap ahli waris sebesar Rp50 juta. Jumlah itu, kata dia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU.

Terkait 89 ahli waris yang belum menerima, Budi mengaku hanya tinggal menunggu waktu. Sebab, ia mengaku pihaknya sudah menerima kelengkapan dari pihak terkait untuk pemberian santunan.

"Sudah kami peroleh semua kelengkapan proses dari pada untuk penyerahan santunan," ujarnya.

Di sisi lain, Budi mengaku Jasa Raharja juga sudah berkoordinasi dengan Kedubes Italia untuk melengkapi administrasi santunan bagi seorang WNA Italia yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. Ia berharap dalam waktu dekat segera mendapat akses untuk memberi santunan kepada ahli waris WNA Italia tersebut.


Lebih dari itu, ia menyampaikan pihaknya akan melakukan langkah proaktif dengan mendatangi para ahli waris untuk mempercepat proses pemberian santunan.

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 yang lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Bandara Depati Amir jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10), sekitar pukul 06.32 WIB.

Pesawat jenis Boeing 737-Max 8 itu diketahui mengangkut 181 penumpang dan 8 awak pesawat.

Hingga saat ini korban pesawat Lion Air JT610 yang telah teridentifikasi sebanyak 107 orang. Dengan rincian 77 laki-laki dan perempuan 30 orang.

(jps/osc)