Polda Jatim Bantah Kriminalisasi Gus Nur di Kasus NU

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 05:15 WIB
Polda Jatim Bantah Kriminalisasi Gus Nur di Kasus NU Kabid Humas Polda Jatim bantah kriminalisasi kasus Gus Nur. (CNN Indonesia/Fery Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menampik bahwa pihaknya berlaku tak adil dalam menetapkan Sugi Nur Raharja atau Gus Nur sebagai tersangka pencemaran nama baik lewat video dugaan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Barung menegaskan kepolisian dalam kasus ini hanyalah pihak penengah, dan sebatas menindaklanjuti laporan pelapor. Ia pun enggan disebut melakukan tindak kriminalisasi.

"Polisi berdiri di tengah-tengah ada yang lapor dan ada yang terlapor. Lah kok polisi dikatakan mengkriminalisasi," kata Barung ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (22/11).



Barung mengatakan penetapan tersangka Gus Nur sudah memakan proses yang panjang dan berdasarkan fakta-fakta hukum yang telah dicocokkan dengan keterangan empat saksi ahli dari dua ahli pidana, satu ahli ITE, dan satu ahli bahasa.

"Penyidik sudah memiliki 2 alat bukti yang sah sesuai dengan KUHAP, guna menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Barung.

Berdasarkan keterangan para saksi itu, kata Barung, Gus Nur sudah jelas melakukan tindak melanggar hukum dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas lalu menyebarkan di media sosial.

"(Gus Nur) melakukan tindakan melanggar hukum meng-upload di dunia maya, yang disaksikan semua orang dengan kata-kata yang tidak pantas, itu keterangan saksi ahli dan bahasa," kata Barung.


Atas dasar itu ia mempertanyakan letak kriminalisasi yang dilakukan oleh pihaknya terhadap Gus Nur. Menurut Barung, kasus ini bermula dari laporan dan adanya delik aduan.

"Dimana letak kriminalisasi yang dilakukan Polda? kecuali itu bukan tindak pidana dijadikan pidana atau tidak ada tindak pidana dijadikan pidana," tegas Barung. 

Sebelumnya Gus Nur menyebut dirinya tak diperlakukan dengan adil usai dicecar 20 pertanyaan. Pasalnya ia menilai kasus yang dituduhkan kepadanya tak memenuhi sejumlah unsur pidana.

"Kalau pertanyaan (adil atau tidak) itu ya nggak adil, ini kan hanya kasus main-main yang di ada-adakan," kata Gus Nur.

Gus Nur lalu menceritakan soal musabab munculnya video yang kemudian jadi pangkal dalam perkara ini. Ia menyebut mulanya video itu ditujukan untuk akun media sosial 'Generasi Muda NU' yang menyebut dirinya adalah radikal.

"Akun itu membuat status 20 daftar ustad wahabi dan radikal, isinya Tengku Zulkaranain, Ustaz Abdul Somad, dan saya masuk disitu, saya counter itu akun," kata dia. 

(frd/DAL)