Polisi Dalami Unsur Berencana di Kasus Pembunuhan PL Mampang

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 19:01 WIB
Polisi Dalami Unsur Berencana di Kasus Pembunuhan PL Mampang Polisi dalami unsur perencanaan di kasus pembunuhan PL di Mampang. (CNN Indonesia/Harvey Darian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mendalami unsur berencana pada kasus pembunuhan pendamping lagu (PL) Ciktuti lin Puspita di Mampang, Jakarta Selatan. Polisi belum sepenuhnya percaya keterangan para tersangka bahwa tindakan menghabisi nyawa Ciktuti spontan.

"Pengakuan tersangka sekonyong-konyong. Tapi kami dalami lagi," kata Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar, Jumat (23/11).

Pada kasus ini, Ciktuti diduga dibunuh oleh YAP yang juga pacar temannya sesama pemandu lagu, R. Keduanya menumpang di kosan Ciktuti selama seminggu terakhir sebelum pembunuhan.


Indra menjelaskan berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, kasus pembunuhan bermula ketika Ciktuti, R dan salah satu teman lainnya yang juga perempuan menemani empat orang tamu di sebuah tempat karaoke.


Mereka bertemu sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB, Minggu (18/11) di tempat tersebut. Uang tips dari menemani tamu itu, R mengaku akan menerima Rp 1,8 juta yang dititipkan pada Ciktuti. Namun ternyata bayaran yang diterima hanya Rp 500 ribu.

Setelah itu, masing-masing pergi meninggalkan lokasi untuk melakukan kegiatan masing masing. R masih tidak terima atas upah yang didapatkan. Kemudian, ia mengadu kepada YAP. Ia geram dan terus menghubungi korban.

"Pacarnya (YAP) ini geram kemudian mencoba menelepon korban," kata Indra.

Ciktuti pulang sekitar pukul 20.00 WIB dalam keadaan kesal. Setibanya di depan kamar kos, Ciktuti menendang pintu kamar yang di dalamnya sudah ada R dan YAP. Kemudian, ketiganya terlibat cek-cok. Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, Ciktuti juga sudah tersinggung dan terganggu dengan keberadaan R dan YAP. Karena mereka telah menumpang selama sekitar satu minggu.


Dari cekcok mulut itu berujung pada tindakan pembunuhan. Indra mengatakan R tidak ikut melakukan aksi Pembunuhan. Namun, perempuan itu menyarankan YAP menaruh jenazah korban di dalam lemari.

Ia mengatakan kedua pelaku juga berupaya menghilangkan jejak dengan membersihkan darah yang berceceran di lantai dengan kain. Setelah itu keduanya saling berbincang dan memutuskan untuk pergi. Polisi mengamankan pasangan ini di Jambi.

Jenazah CIP baru ditemukan pada Selasa (20/11) sekitar pukul 13.20 WIB oleh penjaga kos.

Indra mengatakan, saat ini polisi tengah mencari kawan perempuan korban yang ikut menemani empat tamu berkaraoke. (fri/ain)