Klaim Dikeroyok Grup Berbaju Putih, Dua Waria Lapor Polisi

CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 09:11 WIB
Klaim Dikeroyok Grup Berbaju Putih, Dua Waria Lapor Polisi Ilustrasi korban penganiayaan. (Istockphoto/Favor_of_God)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua waria yang mengaku dikeroyok oleh sekitar 60 orang yang mengenakan pakaian serba putih di kawasan Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, melaporkan kasusnya ke kepolisian.

Vinaa, yang merupakan pendamping kedua korban yang enggan disebut identitasnya tersebut, menyebut pengeroyokan terjadi pada Selasa (20/11) sekitar pukul 00.20 WIB. Mulanya, kedua korban tengah mejeng di tempat biasa mereka bekerja.

Namun, saat itu sekelompok orang berbaju putih yang datang dengan menggunakan motor mengejar keduanya hingga jarak 600 meter dari tempat mereka mangkal. Kekerasan pun dialami oleh keduanya. Pemukulan dengan senjata seperti besi dialami oleh salah satu dari kedua korban itu.



"Jadi ada sekitar 60 orang, mereka [korban] dikerubungi dulu sama enam puluh orang ini, yang memang melakukan kekerasan, korban ini diinterogasi sambil dipukulin, ditendang," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/11).

Selain penganiayaan, kata Vinaa, pihak pengeroyok melakukan interogasi sambil menelanjangi korban. Bahkan, satu di antaranya digunduli.

"Yang satu wignya dicopot terus ditelanjangkan juga, sehingga cuman pakai celana pendek. Satu [lagi] dibotakin, ditelanjangin juga, tetapi karena dia punya payudara disuruh pakai baju lagi sampai akhirnya dibotakin dengan tidak manusiawi," tuturnya.


Berdasarkan pengakuan salah satu korban, Vinaa menyebut pengeroyokan tersebut bukan kali pertama terjadi. Dua minggu sebelum peristiwa tersebut, perlakuan serupa didapat dari kelompok yang sama.

Pascakejadian itu, mereka pun tidak berani melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian dan membiarkannya berlalu.

Kali ini, kedua korban berani untuk melaporkan peristiwa pengeroyokan itu ke Polres Metro Bekasi. Laporan mereka terdaftar dengan nomor: LP/2528/K/XI/2018/SPK/Restro Bekasi atas tuduhan pengeroyokan.

Saat ini, Vinaa mengatakan kedua korban masih dalam masa pemulihan. Namun satu diantaranya mengalami trauma hingga sulit tidur dan susah makan.


"Kalau polisi memang bisa menangkap pelaku-pelaku kasus hoaks, sangat sigap dengan kasus tertentu, polisi juga sebenarnya punya tugas yang sama kepada teman-teman waria. Siapapun punya hak dilindungi, karena ini kan juga manusia," tuturnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Erna Ruswing mengatakan pihaknya belum mengetahui soal laporan kepolisian yang diajukan tersebut.

"Belum ada informasi," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

(arh)