Polisi Sebut Dahnil Anzar Kembalikan Rp2 M ke Kemenpora

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 21:29 WIB
Polisi Sebut Dahnil Anzar Kembalikan Rp2 M ke Kemenpora Ketua PP Pemuda Muhamadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, di Jakarta, Jumat (23/11). (CNN Indonesia/Setyo Aji Harjanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Bhakti Suhendarwan menyebut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pengakuan itu diperoleh Bhakti saat dia memeriksa Dahnil sebagai saksi. Uang itu disebut terkait dengan acara kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemenpora RI tahun anggaran 2017.

Pengembalian itu, lanjut Bhakti, dilakukan Dahnil pada Jumat (23/11). Uang itu sendiri diambil dari uang kas PP Pemuda Muhammadiyah.


"Dahnil mengembalikan Rp2 miliar ke Kemenpora," ujar Bhakti di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11).

Bhakti menyebut total anggaran yang digunakan untuk kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia adalah sebesar Rp5 miliar. Uang itu kemudian dibagi dua untuk GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah.

"Untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp5 miliar, dibagi jadi dua proposal, satu proposal itu ada yang Rp2 miliar, ada yang Rp3 miliar," ujarnya

"GP Ansor kemarin udah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kami lagi sidik, itu kan udah gelar sama BPK juga," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bhakti menyebut dalam laporan pertanggung jawaban kegiatan itu terdapat tanda tangan Dahnil. Di laporan itu, kata dia, Dahnil menandatanganinya sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.

"[Dahnil] mengetahui, tandatangan. Sebagai Ketua Umum," ujar Bhakti.

Dahnil sendiri belum menanggapi pernyataan polisi soal pengembalian uang tersebut ke Kemenpora. Nomor ponselnya tidak aktif saat dihubungi.

Sebelumnya, Dahnil memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda Islam yang dilaksanakan Kemenpora tahun 2017.

Pria yang menjabat sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.19 WIB. Dia diperiksa sebagai saksi.

Ia mengaku dirinya akan diperiksa terkait kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenpora itu. Dia tidak mengetahui lebih lanjut soal pemeriksaan itu.

(sah/arh)