Pembunuh Dufi Telah Susun Rencana Sebelumnya

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 00:39 WIB
Pembunuh Dufi Telah Susun Rencana Sebelumnya Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan suami istri M Nurhadi dan Sari menghabisi nyawa Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi pada Sabtu (17/11) malam. Sebelum Dufi meregang nyawa di tangan Nurhadi, dia bersama istrinya sempat berbincang untuk merencanakan pembunuhan itu.

Dalam perbincangan keduanya baik Nurhadi dan Sari mengaku ada kode 'Gap'. Menurut penuturan keduanya dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, 'Gap' berarti mencelakai Dufi.

"Gap itu maksudnya dicelakain aja," ujar Nurhadi kepada penyidik di video yamh diterima CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).


Nurhadi kode 'Gap' itu spontan muncul dari kepalanya. Istrinya, kata Nurhadi, langsung mahfum kalau kode 'Gap' itu berarti mencelakai Dufi dan mengambil barang dan mobilnya.

Meski sudah paham satu sama lain soal kode itu, Nurhadi mengaku belum pernah melancarkan aksi serupa.

"Sebelumnya enggak pernah melakukan," ujarnya.

Sementara itu, istri Nurhadi, Sari menceritakan detil kejadian saat keduanya memutuskan untuk menghabisi Dufi. Awalnya dia menelepon Sari pada Jumat (16/11) malam, mengabarkan hendak bertemu.

Setelah ditelepon Dufi, Nurhadi kemudian mengajak sari berdiskusi untuk mencelakai Dufi dan merampas mobil Toyota Avanza miliknya. Setelah berpikir, Sari mengamini rencana Nurhadi.

"Maksudnya di 'Gap' menurut aku dibunuh pengertian aku lho ya," ujar Sari.

Kondisi keuangan keduanya menjadi motif dari rencana pembunuhan Dufi. Sari mengaku mereka berencana mengambil mobil Dufi untuk kemudian dijual.

"Makanya karena bahas keuangan pikiran aku, dia bawa mobil, akan dijual untuk usaha," ujar Sari.

Akhirnya Dufi pun datang kontrakan Sari. Saat sedang berduaan dengan Sari, Nurhadi pun melayangkan golok ke leher Dufi. Golok itu pun sempat menyabet tangan Sari dan membuatnya terluka.

Setelah itu diketahui jenazah korban dimasukan ke dalam drum plastik berwarna biru dan ditaruh di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11).

Setelah itu, Nurhadi ditangkap di dekat usaha pencucian motor Omen yang berada di belakang Kelurahan Bantar Gebang, Bekasi, pada Minggu, sekitar pukul 14.30 WIB. Nurhadi juga diketahui tinggal di Bekasi.

[Gambas:Video CNN] (stj/eks)