Dugaan Korupsi Dana Kemah, Menpora Bantah Ada Penyelewengan

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 13:41 WIB
Dugaan Korupsi Dana Kemah, Menpora Bantah Ada Penyelewengan Menpora Imam Nahrawi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi mengakui bahwa Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 lalu adalah atas inisiasinya. Acara itu kini jadi sorotan sebab muncul dugaan penyelewengan dana dalam pelaksanaannya. Dia membantah ada penyelewengan dana.

"Ide dasar dari kemah itu memang saya yang menginisiasi, berangkat dari sebuah keinginan bahwa sudah saatnya Pemuda Muhammadiyah dan Pemuda NU Banser-Ansor bisa melakukan upaya-upaya konkret untuk menguatkan silaturahim menguatkan ukhuwah," kata dia saat ditemui di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu 25 November 2018.

Nahrawi mengatakan apel itu terselenggara sesuai perencanaan, dengan dihadiri 20 ribu peserta yang terdiri dari 10 ribu Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan 10 Ribu Banser.
Ia pun meyakini bahwa program kemah ini tidak bermaksud untuk menjebak salah satu pihak tersebut. Pernyataan itu membantah kekhawatiran Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang mengatakan pihaknya berhati-hati dalam keterlibatan acara ini karena takut dikerjai.

"Tidak ada sedikitpun niatan ini menjadikan salah satu pihak dijebak. Yang ada niatan kami betul-betul ukhuwah antara NU dan Muhammadiyah betul terbukti dan alhamdulillah dilaksanakan dengan baik," kata dia.


Soal dugaan penyelewengan dana, Kader Partai Kebangkitan Bangsa ini pun menampik hal itu. Ia mengaku bahwa pada 2017 lalu kementerian yang dipimpinnya juga telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasilnya, dan tak ada temuan apapun.

"Saya sampaikan, dulu bahwa pemeriksaan waktu itu tidak ada apapun dari BPK, kemudian tiba-tiba sekarang muncul," ujarnya.

Nahrawi mengaku tak mengerti kenapa tiba-tiba dugaan ini santer muncul ke permukaan, padahal pelaksanaan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia telah terjadi setahun yang lalu. Ia khawatir jika dugaan ini nantinya dihubung-hubungkan dengan dirinya yang seorang kader NU.

"Saya terkejut sekali kenapa tiba-tiba muncul hari ini, seakan-akan ini diinisiasi maupun didorong oleh saya yang notabenya kader NU," ujar dia.

Untuk mengklarifikasi hal itu, Nahrawi mengaku telah bertemu dengan Dahnil. Berdasarkan pembicaraan mereka berdua, kemudian diketahui dugaan ini muncul menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah.
Dahnil yang juga menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (23/11) lalu.

"Tidak sama sekali saya tidak tahu (dugaan penyelewengan). Tapi Bang Dahnil menyampaikan ke saya bahwa ini mungkin atmosfer yang terjadi karena menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah," ucapnya.

Dalam pembicaraan itu Nahrawi juga meminta pada Dahnil untuk mencari siapa pihak yang pertama kali membuat laporan dugaan penyelewengan itu ke kepolisian dan menghembuskannya ke publik.

"Kepada saudara Dahnil saya sampaikan tolong cari tahu siapa pelapornya. Jangan sampai kemudian menuduh atau membawa suatu yang tidak penting untuk dipublikasikan," ujar Nahrawi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut dugaan korupsi korupsi kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kemenpora tahun 2017.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga sudah memanggil tiga saksi ada Senin (19/11). Mereka adalah Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor. Dari tiga orang yang dipanggil hanya Fanani yang tidak memenuhi panggilan.

(frd/dea)