Ma'ruf Amin: Jokowi Telah Ciptakan Arus Baru Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 00:20 WIB
Ma'ruf Amin: Jokowi Telah Ciptakan Arus Baru Indonesia Cawapres nomor urut 02, Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan Presiden Joko Widodo telah menciptakan suatu perubahan yang disebut sebagai 'arus baru' Indonesia. Ma'ruf menjadi pendamping Jokowi selaku petahana pada Pilpres 2019. 

"Apa yang dilakukan Pak Jokowi itu merupakan apa yang saya istilahkan sebagai arus baru Indonesia," kata Ma'ruf dalam acara deklarasi Relawan Milenial Jokowi-Ma'ruf (Remaja), di Kemayoran, Jakarta, Minggu (25/11).

Ma'ruf menjelaskan dalam periode pertama kepemimpinan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi telah meletakkan pondasi dengan membangun infrastruktur dan pendidikan. Ma'ruf berjanji bersama Jokowi akan meneruskan langkah tersebut bila terpilih nanti. 


"Kalau yang pertama itu disebut nawacita kesatu, selanjutnya nawacita kedua atau nawacita plus. Sifatnya adalah memaksimalkan manfaat yang dasarnya sudah diletakkan selama periode yang pertama," ujarnya. 


Selain itu, Ma'ruf berkata bersama Jokowi pihaknya akan memperluas capaian program kerja sebelumnya dan menambah program yang belum ada pada periode pertama. Mantan Rais Aam PBNU itu menyebut akan memperbesar manfaat bagi masyarakat. 

"Melakukan penataan, penyesuaian terhadap apa yang belum sempurna," kata dia. 

Ma'ruf mengatakan dirinya dan Jokowi bila terpilih pada pesta demokrasi lima tahunan kali ini berjanji akan mewariskan sesuatu yang berharga kepada generasi muda. Dia pun meminta generasi milenial anak muda untuk menyiapkan diri melanjutkan tongkat kepemimpinan. 

Ketua MUI itu berpesan kepada generasi muda agar menjadikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang besar ini sebagai modal membangun bangsa dan negara. Ma'ruf juga meminta agar anak muda memiliki semangat berkompetisi yang tinggi. 

"Jika kami dan Joko Widodo terpilih maka akan kami wariskan negara yang maju ini," ujarnya. 

(fra/osc)