Basuki: Demi Keadilan, Pembangunan di Papua Tak Akan Berhenti

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 00:40 WIB
Basuki: Demi Keadilan, Pembangunan di Papua Tak Akan Berhenti Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan infrastruktur di Papua tak hentikan niat pembangunan di Papua. (CNN Indonesia/Artho Viando).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan antusiasme warga di jalur Trans-Papua terhadap pembangunan sangat tinggi. Basuki memastikan insiden penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tak menghentikan pembangunan.

"Pembangunan akan berjalan terus untuk memenuhi keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Basuki saat konferensi pers di gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12).

Basuki mengklaim warga di Papua sejatinya menunggu-nunggu pembangunan infrastruktur selesai dengan cepat. Warga Papua, kata Basuki, tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur di Trans Papua.




Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR di jalur Trans Papua, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang berada di Wamena sampai Merauke. Salah satu proyek pembangunan infrastruktur di tanah Papua yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah pembangunan jembatan.

Kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena - Habema - Mugi - Kenyam - Batas Batu - Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya.

Saat ini, proses pembangunan 35 jembatan tersebut sudah mencapai 70 persen. 



Kementerian PUPR dan PT Istaka Karya menghentikan sementara pengerjaan jembatan tersebut dan akan menunggu rekomendasi dari kepolisian setempat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama dengan Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto malam ini akan berangkat ke Wamena untuk melihat tempat kejadian perkara yaitu di Kali Yigi dan Kali Urak, Kabupaten Nduga, Papua.

Terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai dalang pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.



"Sudah lah, kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak. OPM," kata Ryamizard di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Ryamizard, pembunuhan terhadap 31 orang sudah masuk kategori besar. TNI pun dinilai harus segera turun tangan. Selain itu, sebagai Menteri Pertahanan, dia juga menyatakan ikut bertanggung jawab.

"Tanggung jawab saya juga bukan hanya polisi dan tentara saja. Saya bertanggung jawab," kata dia. (dini/ain)