Kubu Prabowo Minta TNI Jaga Proyek Infrastruktur di Papua

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 21:51 WIB
Kubu Prabowo Minta TNI Jaga Proyek Infrastruktur di Papua Personel gabungan TNI-Polri berangkat ke Nduga, Papua, belum lama ini. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta pemerintah untuk tegas menindak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua karena sudah termasuk tindakan terorisme. Perlindungan bagi pembangunan infrastruktur dan upaya meredam isu dugaan pelanggaran HAM di Bumi Cendrawasih pun diminta digencarkan.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Fadli Zon, mengatakan yang dilakukan kelompok itu bukan lagi kriminal biasa, melainkan gerakan pemberontak separatis yang melakukan aksi teror.

"Sehingga mereka lebih tepat disebut pemberontak, teroris, daripada kelompok kriminal. Pemerintah telah gagal memberangus mereka dan menjamin keamanan warga negara kita sendiri," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Rabu (5/12).


Fadli mencatat peristiwa penembakan pekerja ini bukan yang pertama. Sebelumnya pada November 2017, pernah terjadi penyanderaan, lalu ada pula penembakan terhadap empat pekerja di wilayah Sinak, Papua.

Ia pun menyarankan sejumlah hal. Pertama, tindakan tegas tanpa negosiasi dari aparat terhadap kelompok ini.

"Rentetan peristiwa ini, perlu respon tegas dari pemerintah. Jangan ada negosiasi lagi, sebab insiden ini sudah berulang dan banyak menimbulkan korban," ujar dia, yang juga Wakil Ketua DPR ini.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan kronologi dibohongi aktivis Ratna Sarumpaet di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (5/10). Wakil Ketua DPR Fadli Zon, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (5/10). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Kedua, lanjutnya, pelibatan TNI dalam mengawal kegiatan pembangunan infrastruktur di Papua, seperti yang pernah dilakukan ketika masih ada Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B).

Ketiga, sambung Fadli, ketegasan dalam diplomasi di luar negeri terkait isu Papua. Menurut Fadli, pemerintah kurang gencar melawan isu pelanggaran HAM yang dilontarkan kelompok separatis Papua di negara lain.

Misalnya, kelompok ini berhasil meyakinkan sejumlah anggota parlemen Inggris, khususnya dari Partai Buruh, untuk mendukung gerakan Papua merdeka.

"Mereka [kelompok separatis] menyebarkan hoaks terkait pelanggaran hak asasi manusia. Counter dari pemerintah sangat minimalis," ucap dia, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Sementara kerja Dubes di Inggris kurang proaktif dan tak berbuat banyak terkait isu Papua ini," ia menambahkan.

Terpisah, Sandiaga Uno mengutuk pembunuhan puluhan pekerja yang tengah membangun infrastruktur untuk kemaslahatan masyarakat Papua.

Calon Wakil Presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Uno.Calon Wakil Presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Kami Prabowo-Sandi mengutuk tindakan kekerasan yang terjadi di Papua. Apalagi itu terjadi pada kegiatan infrastruktur yang dibangun untuk kemaslahatan masyarakat. Jadi kami sangat betul-betul prihatin terhadap kejadian ini," kata Sandiaga usai bertemu pengusaha UMKM di Surabaya, Selasa (4/12) malam.

"Kita inginkan ada tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab di balik serangan ini, untuk segera di tuntaskan dan dibawa kemeja hukum, karena bagi kita bahwa tidak bisa kita torelir," Sandi menambahkan.

Kendati demikian, Sandiaga meminta pemerintah sekaligus mencari jalan tengah demi menyelesaikan konflik bertahun-tahun di Papua. Untuk menyelesaikannya, pemerintah tak cukup hanya dengan membangun.

"Kita melihat ada suatu hal yang sangat mendasar yang belum terselesaikan, kita sudah memberikan perhatian begitu besar kepada saudara-saudara kita di Papua, tapi mungkin ada rasa keadilan yang perlu kita hadirkan," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang tengah membangun jembatan di Jalur Trans Papua, di Kabupaten Nduga, dilaporkan tewas akibat serangan KKB.

(swo)