Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Fadli Zon, mengatakan yang dilakukan kelompok itu bukan lagi kriminal biasa, melainkan gerakan pemberontak separatis yang melakukan aksi teror.
"Sehingga mereka lebih tepat disebut pemberontak, teroris, daripada kelompok kriminal. Pemerintah telah gagal memberangus mereka dan menjamin keamanan warga negara kita sendiri," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Rabu (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyarankan sejumlah hal. Pertama, tindakan tegas tanpa negosiasi dari aparat terhadap kelompok ini.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (5/10). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Ketiga, sambung Fadli, ketegasan dalam diplomasi di luar negeri terkait isu Papua. Menurut Fadli, pemerintah kurang gencar melawan isu pelanggaran HAM yang dilontarkan kelompok separatis Papua di negara lain.
Misalnya, kelompok ini berhasil meyakinkan sejumlah anggota parlemen Inggris, khususnya dari Partai Buruh, untuk mendukung gerakan Papua merdeka.
"Sementara kerja Dubes di Inggris kurang proaktif dan tak berbuat banyak terkait isu Papua ini," ia menambahkan.
Terpisah, Sandiaga Uno mengutuk pembunuhan puluhan pekerja yang tengah membangun infrastruktur untuk kemaslahatan masyarakat Papua.
Calon Wakil Presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Kita inginkan ada tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab di balik serangan ini, untuk segera di tuntaskan dan dibawa kemeja hukum, karena bagi kita bahwa tidak bisa kita torelir," Sandi menambahkan.
Kendati demikian, Sandiaga meminta pemerintah sekaligus mencari jalan tengah demi menyelesaikan konflik bertahun-tahun di Papua. Untuk menyelesaikannya, pemerintah tak cukup hanya dengan membangun.
Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang tengah membangun jembatan di Jalur Trans Papua, di Kabupaten Nduga, dilaporkan tewas akibat serangan KKB.
(swo/frd)
Wakil Ketua DPR Fadli Zon, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (5/10). (CNN
Calon Wakil Presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Uno. (