Lokasi Lapangan Tembak Senayan Akan Dikembalikan Jadi RTH

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 14:35 WIB
Lokasi Lapangan Tembak Senayan Akan Dikembalikan Jadi RTH Lapangan Tembak Senayan. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto mengatakan ada rencana untuk mengembalikan area Lapangan Tembak Senayan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Rencana pengembalian fungsi tersebut berkaitan dengan rencana relokasi atau pemindahan Lapangan Tembak ke lokasi lainnya.

"Itu peruntukannya kan ruang terbuka hijau, hanya ada KDB (koefisien dasar bangunan) rendah ya. Jadi sesuai tata ruang DKI, Perda Nomor 1 Tahun 2014, itu aja," tutur Winarto di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/12).

Meski dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau, kata Winarto, tempat atau lokasi tersebut nantinya akan tetap bisa dipergunakan untuk berolahraga.


"Bukannya tidak boleh dipakai olahraga, tetap (boleh), misalnya futsal, bisa dilakukan di ruang terbuka," ujarnya.

Untuk lokasi lapangan tembak yang baru, Winarto masih belum mengetahuinya secara persis. Pasalnya, hal itu menjadi kewenangan dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pemprov DKI Jakarta.

Winarto menyebut sampai saat ini, baik Kemenpora maupun Pemprov DKI masih mencari lokasi yang tepat untuk lapangan tembak tersebut.

"Sedang mencarikan tempat untuk dipindah ke mana, itu yang lagi disiapkan oleh mereka," ucap Winarto.

Di sisi lain, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan pembahasan pemindahan Lapangan Tembak tersebut sampai saat ini masih terus dilakukan.

"Banyak hal teknis ya dibicarain dulu, teknisnya baru ke saya," kata Anies.

Rencana pemindahan lokasi Lapangan Tembak Senayan muncul setelah peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR RI yang diduga berasal dari lapangan tembak itu.

Anies sendiri telah sepakat untuk merelokasi Lapangan Tembak Senayan. Alasannya karena lokasinya saat ini dianggap berisiko atau tidak aman.

"(Putusan relokasi Lapangan Tembak Senayan) hampir final," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (18/10). (dis/dea)