Polisi Telusuri Dugaan Oknum TNI Tembak Tiga Warga Prabumulih

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 08:15 WIB
Polisi Telusuri Dugaan Oknum TNI Tembak Tiga Warga Prabumulih Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/ilbusca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi masih melakukan penyelidikan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga menembak mati tiga warga di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Oknum berinisial KC berpangkat Sersan Kepala tersebut tergeletak di tengah jalan, dalam kondisi kritis diduga menembakkan peluru ke kepalanya, tak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolres Prabumulih Ajun Komisaris Besar Tito Travolta Hutahuruk mengatakan pihaknya masih memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk keperluan pengembangan penyelidikan. Saat ini Serka KC masih menjalani perawatan intensif di RS AR Bunda Prabumulih sehingga belum bisa diperiksa.

"Sudah kita identifikasi, dugaannya salah satu korban yang sekarat itu ada keterlibatan. Dugaannya memang yang bersangkutan [pelaku]. Tapi masih kita cek," kata Tito, Kamis (6/12) malam.



Tito mengatakan, para korban yang tewas sudah dibawa ke RS AR Bunda Prabumulih untuk keperluan visum. Terkait motif pun polisi belum mendapatkan kejelasan karena terduga pelaku masih dirawat.

Soal senjata yang digunakan, kata Tito, juga masih dalam penyelidikan. "Apakah rakitan atau organik nanti akan dicek dulu senjata apa," ucapnya singkat.


Dedi, salah satu tetangga korban, Faisal (sebelumnya ditulis Deni Faisal) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Dedi mengatakan, sebelum kejadian, dua korban lainnya yakni Zainal Imron alias Zainal (45) dan Luken (35) yang merupakan tenaga honorer Sat Pol-PP Pemkot Prabumulih, mendatangi rumah Faisal mengendarai mobil.

Kemudian selang beberapa waktu, Dedi mendengar suara teriakan histeris istri Faisal. Dedi dan tetangga lainnya pun mulai berdatangan. Dedi melihat di teras rumah Faisal tiga jenazah sudah bergelimpangan. Satu jenazah tewas terduduk di sofa sementara dua jenazah lain tergeletak di lantai.


"Semuanya di tembak di kepala. Sudah darah semua waktu saya datang. Tapi enggak terlihat pelakunya," ujar dia.

Saat mobil yang dikendarai korban tiba sebelum kejadian, Dedi merasa ada tiga orang di dalam mobil. Namun hanya dua orang yang terlihat turun.

Dedi mengungkapkan, istri Faisal mendengar suara tembakan sebelum mengetahui suami dan dua orang lainnya tewas. "Istrinya dengar sebelum kejadian kayak ada ribut, cekcok mulut suaminya dengan orang lain," ujar dia.


Sebelumnya, Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan membenarkan salah satu anggota TNI yang turut mengalami luka tembak di bagian kepala pada insiden tersebut.

"Benar ada anggota TNI yang melakukan percobaan bunuh diri. Tapi kita belum ketahui korelasinya dengan tiga korban tewas lainnya seperti apa," ujar Djohan.

Djohan menurutkan, terkait motif dugaan percobaan bunuh diri tersebut masih diselidiki oleh Denpom II/4 Palembang, Kodim 0404/Muara Enim bekerja sama dengan Polres Prabumulih.

"Untuk pistol yang digunakan masih dalam penyelidikan apakah organik atau rakitan. Serka KC sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Kondisinya kritis karena luka tembak di kepala," ujar dia. (idz/ain)