"Satu lagi, Akbar, masih dalam pencarian. Mudah-mudahan dia tidak menyerahkan diri supaya bisa kita sikat beneran," ujar Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara, Jumat (23/11).
Kata 'sikat' yang dikatakan oleh kapolda merujuk kepada tembak mati yang sering dilontarkannya sejak menjabat sebagai Kapolda Sumsel. Jajaran Polda Sumsel sudah menembak mati belasan pelaku kejahatan yang menyebabkan tewasnya korban sejak awal 2018 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia lima kali merencanakan merampok, bahkan sempat merencanakan merampok orang tua angkatnya si Akbar. Lalu juga sempat berencana merampok sopir travel. Terus ada juga mau merampok sopir taksi online tapi gak jadi karena sopir bawa teman yang badannya gede. Jadi ini sudah direncakanan. Akbar terdeteksi masih di Sumsel. Biarin saja dia lari kan, supaya kita sikat," ujar Kapolda.
Saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Jumat (23/11), hadir para tersangka Acundra (21) dan Franata Ariwibowo (16) dan keluarga korban termasuk ayah korban, Kiagus Abdul Roni (66).
Caci maki terhadap kedua tersangka yang terlontar dari keluarga korban tak terbendung. Kontak fisik antar keluarga korban dan tersangka pun hampir terjadi namun dilerai oleh para penyidik Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. "Kejam nian kalian. Dak pantas kau hidup, dak katek (tidak punya) hati," kata Kiagus.
Kiagus Abdul Roni, ayah korban (CNNIndonesia.com/ Hafidz Trijatnika) |
"Pokoknyo nyawo dibayar nyawo. Kau lebih kejam dari binatang. Aku minta kau dihukum mati," teriak Kiagus seraya berkaca-kaca.
Dalam kasus ini, Polda Sumsel telah meringkus tiga tersangka, yakni Ridwan (45), Franata Ariwibowo (16) dan Acundra (21). Diberitakan sebelumnya, mayat Sofyan ditemukan di areal perkebunan sawit di Desa Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel dengan kondisi tingal tulang belulang, 12 November 2018.
Sofyan dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel sejak 29 Oktober 2018, 14 hari sebelum akhirnya ditemukan. Sofyan dihabisi oleh empat penumpangnya di dalam mobilnya sendiri dengan cara dicekik dan diinjak-injak di bagian kepala. (idz) (idz/eks)
Kiagus Abdul Roni, ayah korban (CNNIndonesia.com/ Hafidz Trijatnika)