Goyang Kandang Banteng dan 'Psywar' Prabowo-Sandi di Pilpres

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 11:06 WIB
Goyang Kandang Banteng dan 'Psywar' Prabowo-Sandi di Pilpres Prabowo-Sandi akan fokus rebut suara Jokowi dan PDIP di Jawa Tengah pada pilpres 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan ingin fokus memperoleh suara di Jawa Tengah. Mereka berniat menggerus suara PDIP di daerah yang dikenal sejak lama sebagai kandang banteng.

Hal itu pertama kali diucapkan Sudirman Said. Mantan calon gubernur Jawa Tengah yang kini menjabat sebagai Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga itu menilai Jateng memiliki pengaruh yang besar. Sudirman, selain Direktur Materi Debat, juga dipercaya menjabat sebagai Koordinator Prabowo-Sandi di Jawa Tengah.

"Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Sudirman melalui keterangan tertulis, Minggu (9/12).



Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengamini pernyataan Sudirman. Dia mengaku akan lebih fokus meningkatkan elektabilitas di Jawa Tengah selama sisa masa kampanye yang tinggal 120 hari. Menurut Sandi, daerah tersebut berpotensi lumbung suara yang besar baginya dan Prabowo.

"Ini betul, akan kami pusatkan (kampanye) di Jawa Tengah jumlah penduduknya fantastis," kata Sandi.

Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean juga bersuara. Dia menganggap PDIP dan calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo adalah satu kesatuan. Alhasil dengan memecah suara PDIP di sana akan terus menggerus elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.


Pada Pemilu 2014 PDIP tercatat mendominasi perolehan suara di Jawa Tengah. PDIP berhasil mendominasi delapan dari 10 daerah pemilihan di Jawa Tengah. Kini Ferdinand menargetkan Prabowo-Sandi bisa merebut setidaknya 35-40 persen suara di Jawa Tengah.

"Sehingga Jateng ini satu-satunya kita pastikan kami bisa mendekati Pak Jokowi, tidak berharap menang atau unggul di Jateng tapi target 35-40 persen sudah membuktikan bahwa Prabowo-Sandi akan menang," ujarnya.

Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya menilai sebenarnya Prabowo-Sandi tidak bertekad menang di Jawa Tengah, melainkan ingin mengejar target dalam aspek psikologis. Yunarto menyebut Prabowo-Sandi tengah menjalankan psychological warfare (psywar) karena diumbar di media massa, atau tidak dilakukan secara senyap.

"Ini psywar. Pertarungan psikologis. Dalam pertarungan teritori biasanya ada tahapan-tahapan psikologis yang ingin ditunjukkan, efeknya mungkin tidak langsung di level secara nasional kuantitatif, tapi menular ke daerah lain," kata Yunarto saat dihubungi Senin (10/12).

Goyang 'Banteng', Cara Prabowo-Sandi Jatuhkan Optimis Lawan Pengamat Yunarto menilai Prabowo-Sandi sedang memainkan psywar soal rebut suara PDIP dan Jokowi di Jateng. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Menurut Yunarto, Tim Prabowo-Sandi berupaya menambah semangat tim pemenangan di daerah lain dengan berani fokus berkampanye di Jawa Tengah. Yunarto menilai hal itu akan mujarab.

Yunarto mengatakan ada efek psikologis yang sangat besar ketika Tim Prabowo-Sandi ingin fokus dan berpusat di Jawa Tengah. Pertama, karena Jawa Tengah adalah basis PDIP. Kedua, karena provinsi tersebut memiliki jumlah pemilih yang sangat besar.

"Ingin mengesankan kalau daerah basis lain saja bisa diturunkan, apalagi di daerah yang lebih mudah dimenangkan," tutur Yunarto.


Jika bicara perolehan suara, kata Yunarto, Prabowo-Sandi menilai tidak akan bisa melampaui Jokowi-Ma'ruf. Akan tetapi, memang bukan itu yang menjadi terget utama.

Menurut Yunarto, Prabowo-Sandi benar-benar ingin bermain di aspek psikologis. Dia menganalogikan dengan pertandingan sepak bola. Apabila bermain di kandang lawan saja bisa menaham imbang, tentu akan lebih mudah memenangkan pertarungan di kandang sendiri atau daerah lain yang masih diperebutkan.

"Menang bukan target mereka, tapi lebih kepada target menularkan optimisme ke daerah lain dan menjatuhkan optimisme lawan," ujar Yunarto.

Goyang 'Banteng', Cara Prabowo-Sandi Jatuhkan Optimis LawanPrabowo-Sandi akan rebut suara Jokowi dan PDIP di Jawa Tengah pada pilpres 2019. (Screenshot via Twitter/@PDI_Perjuangan)

Di sisi yang lain, Yunarto mengatakan seharusnya PDIP membuka mata lebar-lebar mengenai misi yang dimainkan Prabowo-Sandi. Pilkada Jawa Tengah, lanjutnya, juga mestinya membuat PDIP sadar bahwa Gerindra dapat menggoyang suara di provinsi tersebut.

Yunarto mengatakan hal tersebut berkaca dari perolehan suara Sudirman Said-Ida Fauziyah yang begitu besar dan melebihi prediksi sejumlah lembaga survei.

"Ini harus menjadi tamparan bagi PDIP. Kita tidak bisa lagi melihat politik aliran tradisional, karena populisme ketokohan, populisme agama, seringkali menggeser politik aliran di daerah tempur," ucap Yunarto.

(bmw/DAL)