Anies Sebut Groundbreaking Stadion BMW Awal 2019

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 14:43 WIB
Anies Sebut <i>Groundbreaking</i> Stadion BMW Awal 2019 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Stadion GBK, Jakarta, belum lama ini. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk pembangunan stadion BMW direncanakan dilakukan pada awal tahun 2019.

"Iya, insyaallah [awal tahun depan]," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (10/12).

Kendati demikian, Anies belum membeberkan kapan waktu pastinya pelaksanaan groundbreaking tersebut. Pasalnya, menurut Anies proses perencanaan pelaksaannya masih didiskusikan lebih lanjut.


"Saya dari dulu enggak pernah nyebut waktu, karena apa, biar dimatangkan dulu rencananya, terus baru dieksekusi," ujarnya.

Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan pembangunan stadion BMW yang rencananya akan menjadi kandang bagi Persija ini dimulai di tahun 2019.

"Iya [dimulai tahun 2019], kan anggaran sudah keluar," ucap Anies.

Pemprov DKI sebelumnya telah menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD yang bertugas untuk melaksanakan pembangunan stadion BMW.

Stadion BMW direncanakan dibangun selama tiga tahun, yakni 2019-2021. Tahun pertama, Jakpro berencana membangun gedung stadion utama di atas lahan 15 hektare. Pembangunan ini ditargetkan mencapai progres proyek 35 persen.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pembangunan stadion BMW mengusung konsep sebagai sebuah kawasan yang terintegrasi, termasuk di dalamnya soal pengembangan kawasan Sunter.

Dengan begitu, sambung Dwi, kawasan stadion BMW tak hanya sekadar memiliki fungsi stadion saja tetapi juga memiliki fungsi yang lain.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta telah mengetok palu tanda setuju alokasi anggaran Rp400 miliar bagi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun stadion yang kelak jadi kandang Persija itu.

Beberapa hari kemudian, Banggar DPRD DKI Jakarta sepakat menambah anggaran proyek ini Rp500 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp900 miliar.

(dis/arh)