Kubu Jokowi-Ma'ruf Fokus di Daerah Minim Kader PDIP dan NU

ctr, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 15:53 WIB
Kubu Jokowi-Ma'ruf Fokus di Daerah Minim Kader PDIP dan NU Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, menyatakan pihaknya bakal fokus untuk meraih suara di daerah yang minim kader Nahdlatul Ulama (NU) dan PDI-Perjuangan.

"Wilayah mana yang akan mendapat perhatian khusus bagi kawan ini adalah wilayah yang mohon izin, Nahdliyin-nya lemah, warga PDIP-nya lemah. Itu akan diberikan perhatian khusus," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/12).

Hal ini dinyatakan Bambang menyusul strategi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang memindahkan posko pemenangan ke Jawa Tengah, kandang 'Banteng'.


Bambang menyebut sulit mengubah keyakinan satu kelompok yang sudah berpegang teguh dengan komunitasnya. Begitupula sebaliknya, Bambang meyakini kelompok di luar Nahdliyin dan PDIP bakal menjadi PR bagi tim kampanyenya.

"Bagaimana mengubah pendapat warga PDIP agak susah, begitu juga toh? kita juga akan berkonsentrasi kepada wilayah yang dua komunitasnya ini lemah," kata dia. Terlepas dari itu, Bambang menilai pemindahan posko tim Prabowo-Sandiaga tidak akan terlalu berpengaruh bagi PDIP.

"Menggerus suara di Jawa Tengah kan enggak perlu pindah markas. Hari ini yang namanya teknologi informasi sudah sangat pendek. Tanpa markas pun kita bisa memenangkan pertempuran," ucapnya.

Dia menilai perpindahan markas pemenangan itu bukan satu hal yang besar bagi PDIP. Bahkan, dia menganggap perpindahan itu menandakan suara Jawa Tengah sangat penting bagi Prabowo-Sandi.

"Saya sudah buktikan berkali[-kali], jadi buat apa markas di Jateng? Jawabannya hanya buat berita, hanya buat berita," tutur dia.

(arh)