PDIP Kerahkan 'Pasukan' Khusus Lawan Prabowo-Sandi di Jateng

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 12:35 WIB
PDIP Kerahkan 'Pasukan' Khusus Lawan Prabowo-Sandi di Jateng Ketua PDIP Jateng Bambang Pacul siapkan strategi khusus hadapi Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya telah siap tempur untuk memenangkan dan menjaga basis suara partainya dan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di pilpres 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons rencana pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah untuk memecah suara di kandang banteng.

"Yang bisa kami pastikan kami siap tempur dengan semangat penuh. Tahun baru masuk kami pastikan kami dalam keadaan on fire," kata kata Bambang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (10/12).



Guna menghadapi Prabowo-Sandiaga di Jateng, PDIP berencana mengerahkan satuan elit bernama Laskar Pandu Juang untuk menjaga Jawa Tengah sebagai basis suara PDIP dan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Kami kerahkan Satuan Pandu Juang bersama Komunitas Juang di bawah komando para Ketua DPC Partai atau petugas yang ditunjuk DPC Partai," katanya.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu menjelaskan bahwa Satuan Pandu Juang itu telah dilatih memiliki kemampuan khusus untuk menghadapi lawan politik.

Salah satunya adalah keterampilan khusus menganalisis 'medan tempur' politik dan mengantisipasi dinamika yang merugikan kandidat yang diusungnya dalam pemilu.

"Mereka bisa mengantisipasi dinamika yang bakal muncul dan kemudian mengarahkan dinamika tersebut menuju euforia kemenangan," kata dia.


Bambang menyebutkan bahwa anggota Pandu Juang terdiri dari kader PDIP yang memilih untuk mendedikasikan diri berjuang di ranah pemenangan elektoral.

Ia menyatakan pasukan ini kerap diterjunkan di sejumlah perhelatan Pemilu, baik Pilkada maupun ajang Pilpres.  Ia menyebut pasukan ini pernah 'bertempur' saat Pilgub Jawa Tengah 2013 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Jumlahnya tidak banyak, hanya 1 kompi. Ketika Pilkada DKI, Laskar Pandu Juang turun penuh. Kami kehilangan dua anggota Pandu Juang ketika tempur di pilkada DKI karena bertempur tanpa kenal lelah," kata dia.

(rzr/DAL)