Sofyan Basir Akui Bertemu Setnov Bicara Proyek PLN

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 17:17 WIB
Sofyan Basir Akui Bertemu Setnov Bicara Proyek PLN Dirut PLN akui bertemu Setya Novanto bahas proyek PLN. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengakui bertandang ke rumah mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pada 2016 lalu. Sofyan datang atas undangan Setnov melalui mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Sofyan mengatakan saat itu dirinya datang bersama Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso. 

"Kalau tidak salah pada saat itu beliau (Setnov) melalui Bu Eni, Pak Sofyan, Pak Novanto mau ketemu," kata Sofyan saat bersaksi untuk Eni, terdakwa suap proyek PLTU Riau-1, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (11/12).


Sofyan datang bersama Supangkat. Menurut Sofyan, ketika itu Setnov yang baru pulang dari Istana Negara menyampaikan soal program listrik 35 ribu megawatt yang berjalan dengan baik.


Mantan Direktur Utama BRI itu mengungkapkan di tengah perbincangan Setnov bertanya soal proyek PLTGU Jawa III, di Gresik, Jawa Timur. Namun, Sofyan mengaku menyampaikan kepada Setnov bahwa proyek itu telah digarap PLN.

"Salah satunya beliau bertanya Jawa III ada masalah? Saya bilang tidak. Kalau ada masalah mungkin kawan saya berminat," ujar Sofyan menirukan pernyataan Setnov.

"Saya bilang Pak Nov mohon maaf, Jawa III itu sudah punya PLN. Karena itu mesin kalau hidup malam, tidak kita jual pada pihak lain," kata Sofyan melanjutkan.


Lebih lanjut, Sofyan mengatakan dirinya menyampaikan kepada Setnov bahwa proyek PLN di Pulau Jawa sudah penuh. Sofyan pun memberitahu Setnov agar melihat website PLN terkait proyek pembangkit listrik di luar Pulau Jawa yang masih kosong atau belum memiliki investor.

"Tapi kalau di luar Jawa mungkin kawan bapak bisa lihat di website, itu masih banyak yang terbuka. Dalam arti kata masih belum ada, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi masih banyak terbuka," tutur Sofyan.

Sofyan mengklaim tak ada pembicaraan mengenai proyek PLTU Riau-1 dengan Setnov. Ketika itu, kata Sofyan, Setnov tak menyebut nama pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo sebagai pihak yang berminat menggarap proyek milik PLN.

"Tidak (sebut nama Kotjo), hanya dia bilang ada kawan saya berminat di Jawa III. Karena memang langsung saya potong," ujarnya.

Sofyan Basir Akui Bertemu Setnov Bicara Proyek PLNNarapidana korupsi sekaligus eks Ketua DPR Setya Novanto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso membenarkan yang disampaikan Sofyan. Supangkat mengatakan bahwa Setnov berminat membawa investor untuk PLTGU Jawa III, di Gresik, Jawa Timur.

"Seingat saya pada saat itu beliau juga ingin atau berminat untuk membawa investor berpartisipasi di PLTGU Jawa III," kata Supangkat yang juga bersaksi untuk Eni.

Supangkat menyatakan bahwa saat itu Sofyan menyampaikan kepada Setnov bahwa proyek PLTGU Jawa III itu sudah dipegang anak usaha PLN. Menurutnya, Sofyan menjelaskan kepada Setnov yang masih tersedia proyek PLN di luar Pulau Jawa.

"Pak Sofyan menjelaskan bahwa proyek-proyek yang masih terbuka ada di luar Jawa," tuturnya.


Dalam surat dakwaan Eni, Setnov disebut bakal mendapat fee dari proyek PLTU Riau-1, yang diperkirakan nilai proyeknya sebesar US$900 juta. Mantan Ketua Umum Golkar itu akan mendapat jatah sekitar US$6 juta bila proyek tersebut berjalan.

Setnov disebut membantu Kotjo agar bisa menggarap PLTU Riau-1. Setnov kemudian meminta Eni Saragih mengawal Kotjo. Setnov dan Eni sama-sama berasal dari Golkar. Atas arahan itu, kemudian Eni mengajak Sofyan bertemu Setnov.

(fra/DAL)