Deddy yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tiba sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (12/12).
Deddy mengatakan sejak awal dirinya sudah menyampaikan ada yang kurang beres dalam rencana pembangunan hunian masa depan milik Lippo Group itu. Menurut Deddy, wajar penyidik KPK meminta keterangan dirinya untuk kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ikuti semua proses rekomendasi bukan yang di kabupaten ya, tapi di provinsi. Kan harus ada setiap kawasan strategis provinsi atau KSP harus ada rekomendasi dari provinsi. Nah makanya saya begitu dipromosikan (Meikarta), saya katakan ini apa?," ujarnya.
"Jadi wajarlah kalau KPK minta keterangan saya, karena saya tahu yang paling awal," ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf.
Pemkab Bekasi diketahui telah mengeluarkan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) seluas 84,6 hektare kepada PT Lippo Cikarang Tbk, pada Mei 2017 lalu. Meikarta bakal dibangun di wilayah Cikarang Selatan, tepatnya Desa Cibatu.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Sementara tujuh orang lainnya berasal dari Pemkab Bekasi dan pejabat Lippo Group.
Neneng dan anak buahnya diduga menerima Rp7 miliar secara bertahap lewat Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.