JK Akui Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Banten Masih Negatif

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 23:12 WIB
JK Akui Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Banten Masih Negatif Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, mengakui elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 itu masih rendah di Banten. JK menyebut perlu usaha lebih keras untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di daerah tersebut.

"Banten masih perlu perjuangan, usaha keras di Banten, tentu. Tapi kita harapkan itu akan positif nanti pada waktunya," ujar JK usai memimpin rapat evaluasi kampanye TKN di kediamannya, Brawijaya, Jakarta, Senin (17/12).

Selain Banten, lanjut JK, elektabilitas di sejumlah daerah telah meningkat secara signifikan di antaranya di Sumatera dan Sulawesi Selatan. Sementara di beberapa daerah yang selama ini unggul masih dapat dipertahankan.


"Memang ada daerah-daerah yang pemilihnya banyak, kayak Jabar, Jateng, Jatim, di Jawa ini tentu berbeda dengan daerah lain. Tapi yang terpenting di Sulsel sudah terjadi perbaikan, di Sumut, di Jambi, Riau, semua baik," katanya.

JK mengklaim dari hasil kampanye dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terus meningkat. Ia menampik sejumlah hasil survei yang menyebut penurunan elektabilitas pasangan calon tersebut.

Selama ini, kata JK, pihaknya telah mempelajari survei-survei yang dirilis ke publik. Hasilnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih lebih unggul ketimbang pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno.

"Dari banyak survei itu kita simpulkan, jadi survei disurvei lagi dan hasilnya tetap positif," katanya.

Ia menekankan pentingnya kampanye yang bersih agar semakin meningkatkan perolehan elektabilitas di daerah yang sudah unggul. "Kampanye harus sehat, yang bersaing, mengemukakan apa yang akan dilaksanakan apabila menang. Harus sinkron secara keseluruhan," ucap JK.

JK juga mendorong koordinasi antara pasangan calon dengan caleg mengingat pelaksanaan pilpres dan pileg digelar bersamaan pada April 2019. Terlebih sesuai pedoman KPU saat ini tak ada lagi kampanye massa besar-besaran di jalan menggunakan sepeda motor.

"Jadi bagaimana mensinkronkan pemilihan legislatif dengan pilpresnya. Itu perhatian kita," imbuh JK.

Rapat evaluasi kampanye TKN di rumah JK malam ini diikuti oleh sejumlah ketua umum dan sekretaris partai pengusung Jokowi-Ma'ruf, Kepala KSP Moeldoko, dan sejumlah anggota TKN lain.

Pada November lalu, Jokowi juga telah menyampaikan bahwa dirinya bersama Ma'ruf masih kalah sembilan persen di Banten. Meski tak merinci lembaga survei yang ia maksud, Jokowi menekankan dirinya masih tertinggal dengan Prabowo-Sandi. (psp/wis)