TKN Bantah Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Merosot

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 00:17 WIB
TKN Bantah Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Merosot Capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota dewan pengarah Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Pramono Anung, membantah isu kemerosotan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pramono menegaskan tak ada perubahan signifikan dari hasil sejumlah lembaga survei terkait elektabilitas Jokowi-Ma'ruf beberapa waktu belakangan.

"Ya, saya berpegangan pada lembaga survei yang kredibel yang sudah mengumumkan ke publik. Walaupun hasil (survei internal) kami tidak berbeda jauh dengan apa yang diumumkan ke publik," ujar Pramono saat ditemui usai rapat koordinasi TKN di kediaman pribadi Jusuf Kalla, di Brawijaya, Jakarta, Senin (17/12).


Hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan tren elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun selama periode Agustus hingga November 2018. Sementara dari survei internal menunjukkan Jokowi-Ma'ruf masih unggul di beberapa daerah meski ada daerah yang tingkat elektabilitasnya masih rendah.

Menurut Pramono, rendahnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di sejumlah daerah tak lepas dari jumlah warga yang belum memutuskan hak pilihnya. Ia memprediksi ada sekitar 10 hingga 12 persen warga yang belum memutuskan hak pilih.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah debat pilpres yang akan digelar pada Januari mendatang.

"Angka itu kalau proporsional dihitung mudah-mudahan mendekati tingkat kekuatan yang ada. Ini kan masih 3,5 bulan (kampanye) tentu masih dinamis," katanya.

Sekretaris Kabinet ini mengatakan TKN telah memiliki survei internal yang mengukur elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Ia mengakui dari hasil survei itu menunjukkan ada sejumlah daerah yang masih perlu ditingkatkan untuk mengerek elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"Masih banyak yang harus dirawat, dijaga, daerah mana saja yang harus dipenetrasi," katanya.

Ia membantah bahwa absennya Ma'ruf dalam kampanye belakangan ini berpengaruh pada merosotnya elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu. Menurut Pramono, elektabilitas yang diraih merupakan hasil kerja sama Jokowi dengan Ma'ruf.

"Kan, yang diukur bukan capres sendiri, cawapres sendiri. Yang bertanding kan capres-cawapres," ucapnya. (psp/wis)