PDIP soal Indonesia Punah: Jangan Budayakan Politik Mengancam

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 19:33 WIB
PDIP soal Indonesia Punah: Jangan Budayakan Politik Mengancam Sekjen PDIP Hasto Kristyanto meminta tak ada lagi budaya politik mengancam, terkait pernyataan Prabowo soal Indonesia punah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta agar tidak ada lagi politik mengancam. Ia menilai masyarakat sudah dewasa untuk memilih pemimpin.

Komentar ini menanggapi pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Indonesia akan punah jika dia kalah di Pilpres 2019.

"Ya, rakyat tau lah, ancam mengancam itu kan tidak baik dalam politik. Politik itu mendidik, politik itu memberdayakan, politik itu berpihak. Bukan mengancam dan bukan menakut-nakuti" kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (18/12).



Hasto mengungkapkan bahwa pernyataan Prabowo seolah mengamini pemerintahan sebelumnya tidak baik, termasuk pemerintahan Presiden Soeharto. Hasto kembali menyinggung soal ungkapan korupsi di zaman Soeharto.

"Ya berarti beliau mengakui itu termasuk zaman Pak Harto. Ya bagus kalau sudah ngakuin," ujar Hasto sambil tertawa.


Sebelumnya, Prabowo mengatakan kepunahan terjadi karena sudah semakin dan terlalu lama para elite berkuasa dengan langkah dan cara yang keliru. Menurut dia, kondisi ini telah menyebabkan tingginya ketimpangan sosial di Indonesia.

"Dan saya katakan, bahwa sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesia lemah. Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah," ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mencontohkan, dalam analisis berbagai ahli, penghasilan masyarakat Indonesia saat ini mencapai 4.000 USD per kapita per tahun. Tapi, dari 4.000 USD itu hanya 49 persen atau setengahnya justru dikuasai hanya sekitar satu persen penduduk Indonesia.

PDIP soal Indonesia Punah: Jangan Budayakan Politik MengancamPrabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

"Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya yaitu 1.900. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier. Jadi kalau kita cabut yang satu persen tinggal setengahnya. Kita per kapita bukan 3.800 dolar, tapi setengahnya, 1.900 kurang lebih, 1.900 dolar per kapita, artinya dibagi rata," kata Prabowo.


Terakhir ia pun menyamakan posisi Indonesia saat ini dengan beberapa negara terbelakang yang bahkan sedang menghadapi perang, seperti Rwanda, Afghanistan, Chad, Ethiopia, Burkina Faso dan beberapa negara lainnya. (ctr/ain)