Beda dengan Data Luhut, Ma'ruf Amin Klaim Menang di Banten

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 15:34 WIB
Beda dengan Data Luhut, Ma'ruf Amin Klaim Menang di Banten Ma'ruf Amin klaim unggul dari Prabowo-Sandi di Banten terkait pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengklaim elektabilitas dirinya dan Joko Widodo di Banten sudah unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Pernyataan Ma'ruf berbanding terbalik dengan survei internal kelompok relawan yang dibentuk Luhut Binsar Pandjaitan, Bravo 5.

"Menurut survei yang kita terima, kita sudah unggul. Pekerjaan siapa saya tidak tahu, pokoknya unggullah. Artinya jangan dibilang tidak unggul, walau tipis. Di Jawa Barat, DKI, dan Banten sudah dalam posisi jalur kemenangan," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (20/12).

Meski begitu, Ma'ruf enggan merinci hasil survei tersebut. Ia hanya mengatakan ada kenaikan elektabilitas Jokowi dibandingkan Pilpres 2019. Meski menyandang status putra daerah Banten, Ma'ruf tidak mau mengklaim itu sebagai keberhasilannya. Ia mengatakan ini keberhasilan bersama.



Lebih lanjut, ia menyindir kubu Prabowo yang gagal mempertahankan kemenangan pada Pemilu 2014 di Banten dan Jawa Barat.

Seperti diketahui, di Banten Prabowo-Hatta meraih 57,10 persen, sedangkan Jokowi-JK hanya mendapat 42,90 persen. Sementara di Jawa Barat Prabowo-Hatta unggul 59,78 persen di saat Jokowi-JK meraup 40,22 persen.

"Dulu Jokowi kalah terutama di Jawa Barat dan Banten, ini jadi tantangan. Karena itu kelompok 02 ingin pertahankan, tapi sekarang sudah kalah, walaupun kita baru menang tipis," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf Amin sindir Prabowo-Sandi yang kalah CNN Indonesia/Andry Novelino

Sebelumnya, hasil survei Bravo 5 menunjukkan elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu masih kalah dari pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno di beberapa daerah, termasuk Banten. 

Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat Dewan Pengarah Bravo 5 menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun akibat Ma'ruf belum kembali ke lapangan karena sedang sakit.

"Ya karena belum turun itu, belum turun ke lapangan," kata Luhut saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (17/12).


Klaim Jokowi Akan Unggul Debat soal HAM

Lebih dari itu, Ma'ruf menilai Jokowi bakal lebih mudah menang melalui Debat Pilpres 2019 edisi pertama dibandingkan Prabowo Subianto. Dalam debat pertama, dua kandidat akan menghadapi tema hukum, HAM, dan terorisme.


Ma'ruf mengklaim selama periode pertama Jokowi sudah menunjukkan kinerjanya. Sehingga dalam debat hanya perlu memaparkan dan menawarkan perbaikan ke depan.

"Terus terang buat kita tidak terlalu sulit karena kita kan melanjutkan. Bukan mencari-cari, membangun-membangun seperti model apa, sudah ada, bukan fiksi. Kita berpijak dari bangunan yang nyata," ucap Ma'ruf.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga menyebut ia dan Jokowi sudah siap menghadapi debat edisi pertama yang bakal digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 17 Januari 2019. Persiapan terkait materi, kata Ma'ruf, sudah diserahkan sepenuhnya kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

"Tentu tim ini akan siapkan apa yang harus dikuasai saat berdebat. Kita harus siap," ujarnya.

Dalam rangkaian Pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan lima kali debat untuk memperkenalkan visi dan misi dua kandidat.


Debat kedua bakal digelar 17 Februari 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta. Dua capres bakal ditantang beradu gagasan dalam tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat ketiga bakal jadi panggung cawapres untuk berbicara soal pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Debat digelar 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

Debat keempat dilangsungkan 30 Maret 2019 dengan tema ideologi, pemerintahan keamanan serta hubungan internasional. Debat ini jadi kesempatan dua capres.

Lalu debat penutup akan kembali mempertemukan dua kandidat capres dan cawapres. Mereka akan membahas isu ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

(dhf/DAL)