Tito Belum Puas dengan Jumlah Polwan dalam Tubuh Polri

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 15:14 WIB
Tito Belum Puas dengan Jumlah Polwan dalam Tubuh Polri Jumlah polwan di tubuh Polri saat ini berkisar 8,3 persen dari keseluruhan anggota Korps Bhayangkara tersebut. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai jumlah polisi wanita (polwan) di Indonesia masih minim. Padahal, menurut dia polwan punya banyak andil dalam proses hukum di kepolisian.

Hal ini dikatakan Tito dalam acara rilis akhir tahun yang dipaparkan langsung oleh Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/12).

"Polwan cuma 36.595 polwan atau 8,3 persen. Saya pribadi belum puas dengan angka ini. Menurut saya belum bisa menggambarkan prinsip equality, emansipasi," kata Tito.



Tito menyampaikan polwan cenderung lebih mudah mendekatkan diri kepada saksi maupun tersangka saat melakukan proses hukum. Angka koruptif polwan juga dinilai Tito cenderung lebih minim.

"Yang paling utama dekat kepada saksi, korban, tersangka wanita dan lebih bisa kebal terhadap budaya koruptif," ujar mantan Kapolda Metro Jaya dan Kepala Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

Tito Belum Puas dengan Jumlah Polwan dalam Tubuh PolriTito Karnavian. (REUTERS/Beawiharta)
Dengan ada pemahaman ini, Tito berencana bakal menaikkan jumlah rekrutmen polwan tahun depan. Apalagi, katanya, jumlah penduduk Indonesia didominasi perempuan.

"Ke depan perlu adanya kenaikan rekrutmen polwan. Sehingga prinsip equality dan Indonesia banyak didominasi oleh wanita ini bisa lebih baik," ujar Tito.

Usulan Perubahan Pola Rekrutmen Polri

Rencana rekrutmen yang dilakukan polisi tahun depan, kata Tito, akan dilakukan dengan cara sistem zero growth. Artinya, penambahan polisi hanya berdasarkan pada jumlah polisi yang kurang, serta untuk posisi polisi yang paling dibutuhkan.

"Konsepnya kita ubah dari sistem rasio yang selama ini ditetapkan dan diendorse Bappenas saat itu," kata Tito.

"Merekrut anggota berdasarkan anggota yang pensiun plus yang betul-betul urgen dibutuhkan," ucap dia.

Selama ini pola rekrutmen itu dilakukan berdasarkan rasio perbandingan polisi dengan jumlah penduduk di satu wilayah.

Dalam kenyataannya, menurut Tito, sejumlah kepolisian daerah (polda) yang tidak sesuai rasio pun memiliki kinerja yang tak kalah baik dengan yang melebihi rasio.

"Dalam negeri ada beberapa Polda yang kita memiliki rasio di bawah [standar] malah lebih baik. Jadi kita mungkin akan ubah sistem ini," kata dia.

Sejuah ini anggota Polri ada sebanyak 443.379 personel. Angka ini hanya naik sekitar 186 orang di tahun 2018 dari tahun sebelumnya yakni 443.193 personel.

(ctr/kid)