Hal itu ia katakan berdasarkan rapat tertutup yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum beberapa waktu lalu, yang hasilnya menyatakan sosialisasi visi-misi batal karena kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak mencapai kata sepakat.
Arya menyebut dalam rapat membahas visi-misi itu, Arya menuding pihak BPN Prabowo-Sandi meminta tidak ada debat. Atas dasar ini, Arya menganggap kubu Prabowo-Sandi takut menghadapi debat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara kami maunya ada pendalaman visi misi saat debat. Jadi jangan diputar balik semua," kata dia.
Lebih lanjut, Arya menyatakan bahwa memberikan pemaparan visi dan misi satu arah sangat mudah bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun Arya menyebut Jokowi-Ma'ruf membutuhkan pendalam visi dan misi melalui perdebatan antarkandidat.
"Ini diplintir, kita (disebut) takut visi-misi. Visi-misi kecil bos, hanya satu arah. Kita mau perdebatan itu ada pendalaman. Ada pertanyaan dari masing-masing pihak," kata dia.
"Yang minta pertama kali ada kisi-kisi itu pihak mereka. Kalau perlu Arya dan Danhil didudukkan saja depan wartawan, di depan KPU. Ini diplintir kita takut visi-misi," kata dia. (rzr/osc)