Anies Minta Pelibatan Komunitas Pecinta Hewan Sebelum Razia

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 20:43 WIB
Anies Minta Pelibatan Komunitas Pecinta Hewan Sebelum Razia Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta razia hewan liar dilakukan bersama komunitas pecinta binatang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta untuk berkomunikasi dengan komunitas pecinta binatang dan masyarakat setempat sebelum melakukan razia anjing dan kucing liar di ibu kota.

Kata dia, binatang memiliki banyak komunitas pecinta yang tentu siap menampung dan merawat hewan-hewan liar ini.

"Binatang ini memiliki banyak sekali komunitas pecintanya yang siap merawat, siap untuk terlibat. Karena itu ajak mereka untuk terlibat, tidak mungkin dalam urusan seperti ini pemerintah bekerja sendirian," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/1).


Dengan melibatkan komunitas pecinta binatang ini, lanjutnya, pekerjaan tersebut akan lebih mudah. Sebab, hewan liar ini kata Anies tak selalu harus diadopsi oleh negara.

"Justru malah tidak efektif [kalau warga tidak dilibatkan], dan warga itu bisa membantu di dalam merawat binatang apa lagi kucing," kata Anies.

Tak hanya itu, Anies juga menjelaskan alasan Pemprov DKI melakukan sosialisasi terkait kucing dan anjing liar ini. Sosialisasi ini kata dia bukan untuk mengurangi populasi hewan liar, tetapi untuk memastikan tak terjadi penyebaran penyakit menular yang biasanya ditularkan melalui hewan-hewan ini.


"Yang penting adalah tidak ada penyakit menular, tidak ada masalah kesehatan dan biarkan populasi itu tumbuh secara natural," kata Anies.

"Dan juga kebersihan yang menjadi masalah, apalagi di sekitar pasar-pasar itu dan begini kita juga banyak menerima keluhan dari warga untuk binatang-binatang yang tidak dirawat di lingkungannya supaya ada yang mengambil," kata Anies.

Anies sebelumnya menginstruksikan bawahannya untuk menunda penangkapan anjing dan kucing liar di wilayah Jakarta karena menuai polemik di media sosial.

(tst/arh)