Laode KPK: Ada Dua Bom, Satu Meledak

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 01:58 WIB
Laode KPK: Ada Dua Bom, Satu Meledak Rumah bagian belakang kediaman wakil ketua KPK La ode Muhamad Syarif yang hangus akibat bom molotov. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPKLaode Muhammad Syarif akhirnya bicara tentang insiden teror yang menimpa kediamannya di Kalibata Selatan, Jakarta. Laode mengatakan serangan pada dini hari itu menggunakan dua bom molotov.

Laode baru mengetahui keberadaan bom tersebut pada Rabu (9/1) subuh. Saat ia sopir Laode baru saja datang ke rumah dan mendapati ada sebotol bom molotov bertengger di depan rumahnya dengan keadaan sumbu masih menyala.

Ada dua bom yang mendarat di rumah Laode. Satu yang meledak dan membuat hangus sebagian dinding rumah, sementara satu lagi gagal meledak yang berikutnya ditemukan oleh sang sopir di pagi itu.


"Kebetulan salah satu bom molotovnya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang diatas kan terbakar besar, kebetulan itu berdiri gitu enggak pecah pertolongan Allah," ujar Laode di kediamannya.


Dari hasil pengamatan rekaman CCTV di rumah, Laode memastikan pelemparan bom terjadi pada pukul 00.55 WIB. Kendati demikian, Laode memercayakan hasil penyelidikan kasus ini sepenuhnya pada polisi.

Akibat serangan ini, Laode menyebut akan ada pengamanan khusus dari kepolisian di rumah pimpinan KPK. Hal ini dilakukan lantaran serangan tak hanya menimpa Laode tapi juga Ketua KPK Agus Rahardjo.

Laode juga menyampaikan bahwa pimpinan KPK sudah membahas isu keselamatan ini dengan seluruh staf. Sementara untuk dirinya, Laode mengaku tidak gentar dengan ancaman seperti ini. Bahkan ia merasa belum terpikir untuk meninggalkan rumah.

"Enggak apa-apa, biasa itu bagian dari pekerjaan, tadi polisi sudah melakukan olah TKP, jadi kita tunggu saja ya hasilnya," cetus Laode.

Serangan teror pada Rabu ini menyerang Laode, tapi juga Agus. Serangan di rumah Laode berupa dua bom molotov, sedangkan di rumah Agus di Jatiasih, Bekasi, berupa bom pipa palsu. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus dan mencari pelaku.

(bin/agt)