JK Nasehati Anies Kesalahan Pembangunan LRT Jangan Terulang

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 14:37 WIB
JK Nasehati Anies Kesalahan Pembangunan LRT Jangan Terulang Wapres JK minta Anies manfaatkan teknologi benahi transportasi Jakarta. (Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih efisien mengatur transportasi di Jakarta. Upaya efisiensi ini, kata JK, dapat dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam sistem transportasi yang ada.

"Saya baru tadi pagi bicara dengan gubernur DKI tentang bagaimana efisiensi transportasi di Jakarta. Diuraikan bagaimana penggunaan teknologi dalam sistem transportasi di Jakarta," ujar JK saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan rapat koordinasi Ikatan Konsultan Indonesia di istana wakil presiden Jakarta, Jumat (11/1).

JK lantas membandingkan penggunaan transportasi di tahun '70-an dengan masa kini. Saat itu untuk menggunakan moda transportasi umum, orang harus memanggil secara manual dengan berteriak. Namun saat ini semua sistem transportasi sudah terintegrasi dengan teknologi.


"Jadi bagaimana dengan teknologi itu kita bisa memahami semua," katanya.


Perlu Konsultan

JK tak menampik bahwa kemajuan sistem transportasi di ibu kota tak lepas dari peran pihak ketiga sebagai konsultan. Dalam pembangunan sebuah sistem transportasi, umumnya pemerintah meminta bantuan pihak ketiga sebagai konsultan.

"Karena itu kalau kita ketemu konsultan mesti ketemu yang pintar, orang yang mengikuti teknologi. Jangan asal membangun saja," ucap JK.

Ia mencontohkan salah satu proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi. Menurutnya, pembangunan LRT itu tak efisien karena berada di sisi jalan tol.


Untuk diketahui pembangunan proyek LRT memang memanfaatkan sisi kiri dan kanan jalan tol Jakarta-Cikampek.

JK menilai, pembangunan proyek itu tak melibatkan konsultan dengan benar. Sebab pembangunan LRT mestinya tak bersebelahan dengan jalan tol.

"Biasanya light train itu tidak dibangun sebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Siapa konsultan yang pimpin ini, biayanya jadi Rp500 miliar per kilometer. Kapan kembalinya kalau seperti itu," ucap JK.


Selain konsultan di bidang konstruksi, kata JK, diperlukan pula konsultan khusus untuk manajemen lalu lintas. Konsultan semacam ini dibutuhkan untuk memberi solusi agar pembangunan fasilitas umum di ibu kota tidak menimbulkan kemacetan.

"Jadi intinya bagaimana membangun jalan macam-macam itu tidak macet. Di situ kita butuh konsultan traffic management," kata JK.

(psp/DAL)