Kurangi Sampah Plastik, JK Dorong Warga Pakai Botol Isi Ulang

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 04:28 WIB
Kurangi Sampah Plastik, JK Dorong Warga Pakai Botol Isi Ulang Wapres Jusuf Kalla mendorong masyarakat menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi sampah plastik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong masyarakat menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi sampah plastik. Indonesia saat ini menempati posisi kedua negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia setelah China.

"Jadi kalau minum Aqua lebih baik bawa sendiri botol plastik yang tebal sehingga dapat dipakai berkali-kali," ujar JK saat memberikan sambutan dalam penyerahan penghargaan Adipura di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1). 

Menurut JK, penggunaan botol minum yang berulang kali dapat mengurangi efek kerusakan lingkungan karena plastik. Sejumlah negara di dunia pun, kata dia, saat ini mulai gencar membatasi penggunaan plastik. 
"Di dunia nanti akan digelar konferensi (tentang lingkungan), ternyata Indonesia nomor dua yang tidak memperhatikan plastik. Wah, malu juga kan kita," katanya.  


Oleh karena itu, kata JK, diperlukan suatu ketentuan hukum untuk mengatur penggunaan plastik di Indonesia. Cara ini diyakini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah plastik. 

Orang nomor dua di Indonesia ini lantas mencontohkan aturan kebersihan yang berlaku di Singapura. Sejak masa kepemimpinan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew, siapa pun yang meludah sembarangan di negeri singa itu dikenai denda Sin$ 100.
"Akhirnya orang berhenti meludah seenaknya gitu kan. Itu juga yang jadi bagian bahwa partisipasi masyarakat harus diikuti penegakan hukum, tidak bisa berdiri sendiri," tutur JK. 

Dari data Jambeck tahun 2015, Indonesia ada di peringkat dua penghasil sampah plastik laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah China dengan angka 262,9 juta ton. 

Sementara itu, di urutan ketiga ada Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4 juta ton, diikuti Vietnam 55,9 juta ton, dan Sri Lanka dengan 14,6 juta ton per tahun. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebelumnya telah memprediksi total jumlah sampah Indonesia pada 2019 akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.  (pris/has)