Respons Pidato Prabowo, Politikus NasDem Jamin Polri Netral

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 10:06 WIB
Respons Pidato Prabowo, Politikus NasDem Jamin Polri Netral Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni merespons pidato kebangsaan Prabowo Subianto yang meminta Polri setia pada negara, bukan individu tertentu dalam gelaran Pilpres 2019 ini. Sahroni yakin Polri tidak akan berpihak ke pasangan capres-cawapres manapun, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagaimana diungkapkan Prabowo.

"Saya yakin Polri akan menjaga netralitas dengan tak menjadi alat partai ataupun calon presiden manapun," kata Sahroni, di Jakarta, Rabu (16/1) dikutip Antara.

Menurut dia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sejak tahun 2018 secara tegas telah mengatakan akan menindak anggotanya yang bersikap tidak netral selama pilkada 2018 lalu. Tito bahkan menerbitkan aturan mengenai larangan bagi anggota polisi untuk mendokumentasikan data pilkada yang dituangkan dalam Telegram Kapolri Nomor STR/404/ VI/ Ops 1.3/2018 tentang Pedoman Petugas PAM di TPS pada Pilkada 2018.


Polri melalui Divisi Propam juga telah membuka hotline terkait pilkada serentak 2018. Melalui hotline tersebut, masyarakat dipersilakan melapor bila menemukan anggota Polri yang tidak netral selama pelaksanaan pilkada.

Ketidakprofesionalan Polri dalam netralitas pemilu dapat disampaikan melalui nomor 021-7218615 ataupun surat elektonik dengan alamat divpropam99@gmail.com.

"Adanya aturan dikeluarkan Kapolri, ditambah tersedianya hotline pelaporan dari masyarakat bila ditemukan adanya anggota Polri tidak netral, seharusnya menjadi barometer bagaimana Polri telah mencoba meyakinkan netralitas mereka dalam pesta demokrasi mendatang," tutur anggota Komisi III ini.
Respons Pidato Prabowo, Politikus NasDem Yakin Polri NetralPrabowo Subianto saat pidato kebangsaan bersama cawapresnya, Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino).

Menurut dia, saat ini masyarakat sudah kritis dan diyakini Polri juga sudah mengetahui itu. Masyarakat saat ini telah menjadi pengawas langsung bagaimana sikap Polri dalam Pemilu 2019 serentak tahun ini.

"Jadi, yakinlah bahwa Polri akan netral karena diawasi langsung oleh masyarakat," kata Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama, Sahroni meminta Polri mampu membuktikan diri dengan tidak menunjukkan perlakuan hukum berbeda dalam penanganan sebuah kasus agar tak ada tudingan miring diarahkan ke Korps Bhayangkara ini.

"Kapolri harus tetap fokus pada tugasnya. Jangan larut dalam tudingan ketidaknetralan. Keamanan pemilu menjadi tanggung jawab utama. Jangan sampai ada gangguan keamanan yang mengacaukan," ujar dia.

"Konflik horizontal, terorisme maupun ancaman lain yang menggangu pemilu harus bisa diantisipasi dengan bersinergi bersama instansi lain, seperti TNI dan lainnya," ucap Sahroni.

Sebelumnya, pada pidato 'Indonesia Menang', Prabowo menyampaikan pesan khusus kepada aparat kepolisian untuk setia kepada bangsa dan negara, bukan kepada individu. Ia mengungkapkan, rakyat mendambakan polisi yang hebat, unggul, disegani dan dihormati, bukan ditakuti.

"Setialah kepada bangsa dan negara. Jangan pada individu-individu. Kita harus yakin rakyat Indonesia mendambakan aparatnya berbuat yang terbaik untuk mereka. Tidak ada kekuasaan yang langgeng kalau tidak dicintai rakyatnya sendiri," ucap Prabowo. (ANTARA/osc)